PSBB Transisi Diperketat, Bagaimana Nasib Penjualan Mobil Akhir Tahun?

Kompas.com - 18/12/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang akhir tahun 2020, terjadi peningkatan jumlah pasien terpapar virus Covid-19. Pemerintah RI mengeluarkan regulasi baru bagi masyarakat dengan mengeluarkan kebijakan lanjutan, berupa pengetatan yang terukur dan terkendali.

Walaupun bukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti yang banyak dibicarakan orang. Kebijakan pengetatan yang dimaksud, sedikit banyak punya pengaruh bagi bisnis, tak terkecuali industri otomotif.

Apalagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebetulnya masih memberlakukan PSBB Transisi yang berlaku dari 7-21 Desember 2020.

Baca juga: Akhirnya, DKI Kasih Diskon Pajak Kendaraan Bermotor sampai Akhir Tahun

Pengunjung melihat kendaraan BMW terbaru saat BMW On Tour di dealer BMW Astra Serpong, Tangerang, Sabtu (17/10/2020). BMW Indonesia menggelar program penjualan pada masa PSBB transisi pandemi Covid-19 di 8 jaringan diler resmi BMW Group Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan dan sanitasi.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung melihat kendaraan BMW terbaru saat BMW On Tour di dealer BMW Astra Serpong, Tangerang, Sabtu (17/10/2020). BMW Indonesia menggelar program penjualan pada masa PSBB transisi pandemi Covid-19 di 8 jaringan diler resmi BMW Group Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan dan sanitasi.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, besar tidaknya pengaruh pada penjualan mobil bergantung dari seperti apa PSBB yang diterapkan.

“Pastinya kalau kita lihat di awal-awal memang pengaruhnya cukup besar. Apalagi PSBB ketat, pengaruhnya cukup lumayan. Karena mobilitas orang itu juga dibatasi,” ucap Anton, dalam konferensi virtual (16/12/2020).

Namun menurut Anton, belakangan masyarakat mulai terbiasa menghadapi kondisi pandemi. Aktivitas digital yang dilakukan digital juga punya pengaruh besar untuk membuat roda penjualan terus berputar.

Baca juga: Adu Spek Mesin Hyundai Palisade dengan Fortuner dan Pajero Sport

Booth Toyota di IIMS 2016Aditya Maulana, KompasOtomotif Booth Toyota di IIMS 2016

“Tapi kalau kita lihat belakangan ini PSBB transisi, bukan berarti situasi lebih mudah atau lebih baik, tapi memang sudah saling menyesuaikan. Bulan November–Desember ini beda dengan Maret-April, sekarang kita sudah menyesuaikan antara customer dan juga diler,” katanya.

Sementara itu, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy, mengatakan, saat ini masyarakat khususnya konsumen otomotif sudah bisa beradaptasi dengan keadaan.

“Perilaku konsumen yang semakin terbiasa untuk menggunakan jalur online untuk pembelian mobil juga dapat membantu menjaga pasar di tengah kondisi yang belum stabil ini,” ujar Billy, kepada Kompas.com (17/12/2020).

Baca juga: Penumpang Bus AKAP Wajib Test Antigen, Jadi Celah buat Travel Gelap

Honda Brio RSKOMPAS.com/Gilang Honda Brio RS

Bahkan selama masa PSBB transisi kali ini, penjualan Honda diklaim lebih agresif ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Ia juga mengatakan, pihaknya bakal terus memantau perkembangan pasar sesuai dengan kondisi terbaru.

“Saat ini, kondisi pasar dan penjualan Honda masih menunjukkan tren yang positif, dengan booking tren berada di atas 20 persen sampai dengan dua minggu ini (Desember) dibandingkan periode sama bulan lalu,” kata Billy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X