Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

PSBB Transisi Diperketat, Bagaimana Nasib Penjualan Mobil Akhir Tahun?

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang akhir tahun 2020, terjadi peningkatan jumlah pasien terpapar virus Covid-19. Pemerintah RI mengeluarkan regulasi baru bagi masyarakat dengan mengeluarkan kebijakan lanjutan, berupa pengetatan yang terukur dan terkendali.

Walaupun bukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti yang banyak dibicarakan orang. Kebijakan pengetatan yang dimaksud, sedikit banyak punya pengaruh bagi bisnis, tak terkecuali industri otomotif.

Apalagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebetulnya masih memberlakukan PSBB Transisi yang berlaku dari 7-21 Desember 2020.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, besar tidaknya pengaruh pada penjualan mobil bergantung dari seperti apa PSBB yang diterapkan.

“Pastinya kalau kita lihat di awal-awal memang pengaruhnya cukup besar. Apalagi PSBB ketat, pengaruhnya cukup lumayan. Karena mobilitas orang itu juga dibatasi,” ucap Anton, dalam konferensi virtual (16/12/2020).

Namun menurut Anton, belakangan masyarakat mulai terbiasa menghadapi kondisi pandemi. Aktivitas digital yang dilakukan digital juga punya pengaruh besar untuk membuat roda penjualan terus berputar.

“Tapi kalau kita lihat belakangan ini PSBB transisi, bukan berarti situasi lebih mudah atau lebih baik, tapi memang sudah saling menyesuaikan. Bulan November–Desember ini beda dengan Maret-April, sekarang kita sudah menyesuaikan antara customer dan juga diler,” katanya.

Sementara itu, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy, mengatakan, saat ini masyarakat khususnya konsumen otomotif sudah bisa beradaptasi dengan keadaan.

“Perilaku konsumen yang semakin terbiasa untuk menggunakan jalur online untuk pembelian mobil juga dapat membantu menjaga pasar di tengah kondisi yang belum stabil ini,” ujar Billy, kepada Kompas.com (17/12/2020).

Bahkan selama masa PSBB transisi kali ini, penjualan Honda diklaim lebih agresif ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Ia juga mengatakan, pihaknya bakal terus memantau perkembangan pasar sesuai dengan kondisi terbaru.

“Saat ini, kondisi pasar dan penjualan Honda masih menunjukkan tren yang positif, dengan booking tren berada di atas 20 persen sampai dengan dua minggu ini (Desember) dibandingkan periode sama bulan lalu,” kata Billy.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/18/092200215/psbb-transisi-diperketat-bagaimana-nasib-penjualan-mobil-akhir-tahun-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke