Apakah Perlu Melakukan Upgrade Pengereman pada Motor Harian?

Kompas.com - 17/12/2020, 10:42 WIB
Limbah moge yang digunakan pada modifikasi motor sport motorexpertz.comLimbah moge yang digunakan pada modifikasi motor sport

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu wujud modifikasi yang kerap dilakukan oleh pemilik sepeda motor, adalah dengan memasang produk aftermarket bermerek dengan banderol di atas rata-rata. Gaya modifikasi ini kerap dijuluki gaya hedon dari kata hedonisme.

Salah satu bagian yang kerap dilakukan modifikasi oleh para pemilik motor adalah, sektor pengereman.

Bagian yang bisa diganti dari sistem rangkaian pengereman motor, mulai dari kabel, cakram, kaliper, sampai tabung minyak rem.

Mengganti dengan produk aftermarket tentunya bisa meningkatkan kemampuan pengereman, namun apa perlu dilakukan untuk motor harian?

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, jika motor hanya digunakan di jalan raya, meningkatkan sektor pengereman tidak begitu perlu untuk dilakukan.

Baca juga: Piaggio Indonesia Resmi Luncurkan 2 Tipe Moto Guzzi V7 III

Ilustrasi piringan cakram besar Ilustrasi piringan cakram besar

“Karena rem yang diterapkan di sepeda motor keluaran pabrik tentunya sudah melewati uji coba yang sangat ketat. Sehingga rem tersebut aman untuk digunakan,” ucap Agus kepada Kompas.com, Rabu (15/12/2020).

Agus mengatakan, justru biasanya pengendara yang meng-upgrade pengereman menjadi lebih pakem, berisiko kecelakaan tunggal. Hal ini terjadi karena tidak dapat menggunakannya secara aman, misalnya menarik tuas rem terlalu kuat.

Baca juga: Hyundai Buka Pesanan Palisade di Indonesia, Harga Mulai Rp 777 Juta

“Jika melakukan upgrade pengereman, pengendara motor harus adaptasi kembali. Misal tekanan saat melakukan pengeremannya dan pastikan juga part yang digunakan aman agar tidak menjadi masalah untuk motornya,” kata Agus.

Agus juga berbagi bagaimana tips mengerem yang aman, yaitu lakukan bersamaan antara rem depan dan belakang. Jika kondisi jalan kering dan tidak licin, porsi rem depan lebih banyak daripada belakang. Sedangkan jika jalannya licin, rem belakang harus lebih kuat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X