Jangan Pernah Jadikan Bahu Jalan Tol untuk Istirahat

Kompas.com - 17/12/2020, 10:02 WIB
Sejumlah pemudik yang tak lagi bisa tertampung di tempat istirahat (rest area) Tol Cipali, Sabtu (1/7/2017) petang, memilih beristirahat di bahu jalan. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANISejumlah pemudik yang tak lagi bisa tertampung di tempat istirahat (rest area) Tol Cipali, Sabtu (1/7/2017) petang, memilih beristirahat di bahu jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Buat para pengemudi mobil yang melintasi jalan tol saat liburan Natal dan tahun baru, disarankan jangan berhenti di bahu jalan, kecuali mengalami kondisi darurat.

Praktisi keselamatan berkendara menilai, kebiasaan pelanggaran pemakaian bahu jalan membuat lokasi itu bukan tempat aman untuk berhenti.

Baca juga: Jaga Ini Agar Motor Tidak Nyusahin Saat Dipakai Liburan

“Bila terpaksa harus berhenti, usahakan jauh dari bahu jalan, karena kita tidak pernah tahu disiplin orang,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol Pasal 41 Ayat 2, bahu jalan merupakan lokasi untuk keadaan darurat. Selain itu, diatur juga bahwa bahu jalan tidak digunakan untuk menderek kendaraan, menaikkan atau menurunkan penumpang, atau mendahului kendaraan.

Polisi ingatkan pemudik yang istirahat di bahu jalan tolistimewa Polisi ingatkan pemudik yang istirahat di bahu jalan tol

Teorinya seperti itu, tetapi pada kenyataannya banyak pengguna jalan tol menggunakan bahu jalan sebagai jalur cepat unuk mendahului. Kecepatan tinggi di bahu jalan bisa berisiko buat siapa saja yang menggunakan tempat itu dengan benar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Komunitas Honda Sumbang 45 Wastafel Nirsentuh di Monas

Bahkan, seperti terlihat pada momen liburan sebelumnya, bahu jalan dipakai sebagai tempat istirahat atau malah “berkemah”.

“Kalau misalnya berhenti karena mogok, letakkan segitiga pengaman setidaknya 30-50 meter dari mobil agar mobil yang lewat dengan kecepatan tinggi punya waktu bereaksi. Penumpang sebaiknya keluar dari mobil dan menjauh,” kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X