Lebih Baik Sepatu Basah daripada Naik Motor Tanpa Alas Kaki

Kompas.com - 14/12/2020, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat musim hujan, banyak orang yang memilih untuk menerabas atau rela berkendara saat hujan deras agar cepat sampai di rumah. Sayangnya, banyak pengendara yang lebih memilih untuk berkendara tanpa alas kaki demi sepatunya tetap kering.

Banyak yang sadar untuk membawa jas hujan saat berkendara di musim hujan. Tapi, banyak juga yang tidak sadar perlunya membawa sandal atau alas kaki cadangan, agar sepatu yang digunakan tidak kebasahan.

Baca juga: Ingat, Jas Hujan Ponco Bukan untuk Naik Motor

Alhasil, banyak yang rela berkendara tanpa alas kaki. Padahal, kebiasaan tersebut memiliki potensi bahaya.

Pengendara motor yang saling berboncengan ini sempat memacetkan jalan raya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akibat tingkah saat berkendara yang dianggap aneh. Kami, (10/12/2015).KOMPAS.com / ABDUL HAQ Pengendara motor yang saling berboncengan ini sempat memacetkan jalan raya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akibat tingkah saat berkendara yang dianggap aneh. Kami, (10/12/2015).

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, naik motor tanpa alas kaki sangat berbahaya. Selain kaki basah, kuman dan bakteri banyak menghinggap di kaki.

"Selain itu, juga tidak terlihat adanya benda-benda tajam (di jalanan) yang mungkin bisa melukai tapak kaki," ujar Sony, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ketahui Bahaya Berkendara Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Menurut Sony, pengendara membutuhkan alas kaki yang mampu melindungi kaki dari sentuhan langsung dengan aspal saat kondisi motor dalam berhenti.

Jusri Pulubuhu, Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, pengendara tidak disarankan menggunakan sandal karena tidak memenuhi unsur keamanan berkendara.

"Jika sandal saja tidak memenuhi unsur itu apalagi tidak pakai sama sekali (nyeker). Tak jarang kita lihat saat hujan, pengendara sepatunya disimpan dan tidak pakai alas, padahal berbahaya," kata Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.