Pentingnya Budaya Bermotor Secara Berkelompok yang Tertib

Kompas.com - 29/11/2020, 08:21 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat meresmikan Monumen Dr. Sulistiyo., M.Pd, di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019). Dok. DPR RIKetua DPR RI Bambang Soesatyo saat meresmikan Monumen Dr. Sulistiyo., M.Pd, di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasinya untuk Ikatan Motor Indonesia ( IMI) yang telah menyusun buku dan video panduan tata cara berkendara sepeda motor secara berkeompok di Indonesia.

Pasalnya, hal tersebut dapat menciptakan ekosistem yang baik dalam berlalu lintas khususnya ketika pemotor melaksanakan turing. Jadi, tak ada lagi pristiwa menyimpang seperti arogan di jalan yang pada akhirnya membahayakan pengguna lain.

"Mengingat membangun budaya tertib dan patuh terhadap peraturan di jalan raya sebagai kunci keselamatan berlalu lintas, saya apresiasi langkah IMI ini. Bangun budaya itu bukan perkara mudah, namun dengan dukungan stakeholders dan semangat brotherhood saya yakin tidak mustahil," kata Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: IMI Resmi Meluncurkan Buku Panduan Tata Cara Touring

Touring Honda PCX di BaliAloysius Gonsaga AE/Kompas.com Touring Honda PCX di Bali

"Semangat nasionalisme, gotong royong ini harus terus terjaga di para pelaku otomotif dan pendukungnya," lanjut dia.

Pada kesempatan sama, Bamsoet juga memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah sepeda motor di tanah air hingga penghujung tahun 2018 lalu mencapai 137,7 juta unit.

Sementara itu Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat di tahun 2019, terdapat 6,05 juta unit sepeda motor terjual ke konsumen. Sehingga, total ada sekitar 143,75 juta unit roda dua yang beredar di Tanah Air.

"Konsekuensi logisnya, mayoritas pengguna jalan raya akan dikuasai pengendara sepeda motor. Sepeda motor menjadi mayoritas pengguna jalan raya dengan volume sekitar 87,3 persen. Sedangkan 12,7 persen sisanya adalah pengguna mobil penumpang, angkutan barang, dan sebagainya," kata dia.

Baca juga: Sebelum Ban Kempis di Jalan, Belajar Dulu Cara Pakai Dongkrak

Presiden Joko Widodo dan rombongan bikers saat melakukan touring menggunakan motor chopper miliknya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Di sela perjalanan itu, Jokowi sempat meninjau dua program padat karya yang dikerjakan oleh warga Sukabumi.ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO Presiden Joko Widodo dan rombongan bikers saat melakukan touring menggunakan motor chopper miliknya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Di sela perjalanan itu, Jokowi sempat meninjau dua program padat karya yang dikerjakan oleh warga Sukabumi.

Sehingga, budaya tertib berkendara dan berlalu lintas pada pemotor patut diperhatikan dan jadi poin penting. Mengingat rata-rata pertumbuhan jalan di Indonesia setiap tahunnya hanya sebesar 1,45 persen.

"Perlu dipertegas komitmen dan kesadaran bahwa jalan raya adalah fasilitas umum milik bersama. Sehingga bisa membangun suasana nyaman dan aman, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan lalu lintas," kata Bamsoet.

"Tngginya angka kecelakaan pengendara motor tidak hanya disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah pengguna di jalan raya, tetapi juga pada sikap berkendara yang tidak mengutamakan aspek keselamatan. Tidak hanya oleh pengendara motor individu, tetapi juga pengendara motor berkelompok yang melakukan touring bersama," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X