Pentingnya Pahami Arti Indikator di Panel Instrumen Mobil

Kompas.com - 29/11/2020, 07:21 WIB
Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Desain panel instrument baru, kekinian. Febri Ardani/KompasOtomotifGenerasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/1/2018). Desain panel instrument baru, kekinian.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap mobil sudah dilengkapi panel instrumen yang menyajikan banyak simbol indikator. Keberadaan layar informasi ini penting guna memantau kondisi terkini kendaraan.

Infomasi yang disajikan beragam, tergantung dari jenis mobil masing-masing. Beberapa yang umum, antara lain speedometer, temperatur mesin, fungsi aku, sabuk keselamatan atau seatbelt, rem tangan, cek mesin serta meteran bahan bakar.

Baca juga: Jangan Tertipu, Begini Cara Membedakan Suku Cadang Asli atau Palsu

Kendati demikian, tidak semua pengemudi paham akan arti dari simbol-simbol tersebut, terutama untuk pemilik mobil baru.

Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, kurangnya informasi membuat mereka kurang peduli dengan indikator pada panel instrumen.

Lampu indikator suhu radiator pada mobilcarfromjapan.com Lampu indikator suhu radiator pada mobil

Indikator pada panel instrumen mobil pada dasarnya adalah pengingat kepada pengemudi untuk melakukan pengecekan kembali dengan segera karena ada yang salah. Sehingga penting untuk memperhatikan hal itu dan segera lakukan tindakan dengan membawanya ke bengkel,” ujar Anjar saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/11/2020).

Anjar mengingatkan, bila pengemudi abai dengan informasi yang disajikan, akan ada dampak yang menanti. Seperti kerusakan pada mesin mobil sehingga biaya perbaikannya besar.

“Memang tergantung pada indikator yang menyala (bermasalah). Jika indikator oli, lakukan pengecekan dahulu apakah volume sesuai standar minimum atau tidak. Kalau memang tidak, ditambahkan dulu dan segera dibawa ke bengkel,” katanya.

Baca juga: Hati-hati, Mulai Senin Ada Pekerjaan di Ruas Tol Jagorawi

Sedangkan kalau overheat, Anjar melanjutkan, biasa lakukan penambahan coolant atau tunggu mesinnya dingin sebentar. Baru kemudian dibawa ke bengkel.

“Jangan dipaksakan jalan kembali, sebab dampaknya nanti bisa ke mesin,” ucap Anjar.

Anjar menyarankan, pemilik mobil sebaiknya membaca buku manual untuk mengetahui masing-masing indikator pada panel instrumen. Sehingga, jika ada satu indikator yang menyala, konsumen bisa segera mengetahui kondisi masalahnya apa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X