Berbagai Dampak Buruk dari Sistem Transportasi Indonesia

Kompas.com - 19/11/2020, 09:22 WIB
Kondisi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere di dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019). Jalan itu dipenuhi angkot yang mengetem di badan jalan. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANKondisi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere di dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019). Jalan itu dipenuhi angkot yang mengetem di badan jalan.

JAKARTA, KOMPAS.comSistem transportasi di Indonesia memang terus dikembangkan ke kondisi ideal. Namun, kondisinya masih belum optimal, salah satunya soal kenyamanan warga pengguna sarana dan penunjang transportasi di perkotaan.

Misalnya seperti penggunaan trotoar yang tidak semestinya, misalnya dipakai berjualan. Tentunya ini membuat sistem transportasi ikut semrawut. Kalau perilaku masyarakatnya tetap seperti ini, dampaknya malah akan semakin parah ke depan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, dampak dari buruknya sistem transportasi akan menyebabkan pemborosan bahan bakar.

Baca juga: MotoGP Bantah GP Indonesia Dapat Perlakuan Khusus

Antrean kendaraan mengular di dekat perempatan Kuningan arah Mampang dan Pancoran, Senin petang (18/5/2020) ANTARA/Laily Rahmawaty Antrean kendaraan mengular di dekat perempatan Kuningan arah Mampang dan Pancoran, Senin petang (18/5/2020)

“Kedua, kehilangan waktu. Dengan kemacetan seperti di Kota Jakarta, kita harus mencari jalan yang tidak macet sehingga waktu perjalannya jadi lebih panjang,” ucap Budi pada Busworld SEA Webinar, Rabu (18/11/2020).

Kemudian ada kerugian dalam aspek ekonomi. Ketika ingin ke suatu tempat untuk kepentingan bisnis malah terhambat karena adanya macet, sehingga banyak waktu terbuang.

“Keempat yaitu dampak lingkungan. Kalau kemacetan yang terjadi sampai sekarang, lalu tidak ada kebijakan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, lingkungan kita semakin lama akan semakin rusak,” kata Budi.

Baca juga: Khusus Warga DKI, Beli Mobil Baru Wajib Sertakan Surat Punya Garasi?

Padahal dampak dari lingkungan yang tidak baik akan berpengaruh pada kesehatan dan daya tahan. Terakhir yaitu dampak ke kecelakaan, dari kondisi jalanan yang semrawut menimbulkan dampak masyarakat yang tidak sabar.

“Apalagi sering saya amati, sekarang ini ada konflik antar masyarakat, antar golongan karena di jalan raya,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X