Konversi Motor Listrik 200cc ke Atas Belum Diatur, Ini Alasannya

Kompas.com - 17/11/2020, 15:01 WIB
Kompetisi digital modifikasi motor listrik ICEC yang digagas oleh IIMS Dok. IIMSKompetisi digital modifikasi motor listrik ICEC yang digagas oleh IIMS
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik sepeda motor jadul bermesin bensin kini bisa melakukan konversi jadi motor listrik. Regulasinya sudah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Meski demikian konversi yang dilakukan tidak bisa sembarangan. Ada beberapa aturan teknis yang mesti diikuti. Salah satunya ialah soal besaran daya motor atau dinamo yang akan dipakai.

Saat ini regulasi itu baru mengatur konversi untuk motor mesin bensin sampai dengan 110cc, mesin 110cc-150cc dan untuk mesin 150cc- 200cc. Lantas bagaimana untuk mesin yang lebih besar?

Baca juga: Motor Listrik Wajib Pakai Baterai SNI, tetapi Belum Ada di Pasaran

Vespa tahun 1982 yang diubah jadi motor listrik di Bangka, Senin (26/10/2020).KOMPAS.com/HERU DAHNUR Vespa tahun 1982 yang diubah jadi motor listrik di Bangka, Senin (26/10/2020).

Direktur Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub Pandu Yunianto, mengatakan, regulasi belum mengatur soal besaran motor listrik yang lebih besar karena saat ini masih menyesuaikan.

"Artinya begini, penerapan di mana konversi itu secara bertahap, yang boleh dikonversi itu ialah kendaraan-kendaraan atau motor yang secara umum saat ini banyak digunakan oleh masyarakat," katanya kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Pandu mengatakan, ke depan pihaknya akan melihat data di lapangan. Jika memang banyak yang ingin mengonversi dengan besaran daya yang lebih besar bukan tidak mungkin juga bakal difasilitasi.

"Kalau motor di atas 250cc itu kita artinya memang belum membuka. Tapi kalau memang itu nanti ada perkembangannya, regulasi ini bisa saja direvisi," kata Pandu.

Baca juga: Regulasi Konversi Motor Tua ke Listrik Keluar, Tak Bisa Asal Bengkel

Motor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350Rideapart.com Motor listrik dari basis Royal Enfield Bullet 350

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 65 Tahun 2020, Pasal 12 ayat 4 huruf c, peraturan membagi tiga klasifikasi soal besaran daya motor listrik yang boleh dipakai di motor listrik hasil konversi.

Rinciannya ialah, motor dengan isi silinder sampai dengan 110cc paling besar hanya boleh memakai motor listrik/dinamo sebesar 2 kW (dua kilo Watt).

Kemudian motor dengan isi silinder lebih dari 110cc sampai dengan 150cc maksimal memakai dinamo berkekutaan 3 kW. Sedangkan untuk mesin 150 cc sampai dengan 200cc paling tinggi 4 kW.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X