Dimas Ekky Bakal Disandingkan dengan Pebalap Asing di MRTI

Kompas.com - 10/11/2020, 10:12 WIB
Pebalap motor Indonesia Dimas Ekky Pratama. Kelahiran Depok 26 Juli 1992 ini berharap memberikan prestasi terbaik pada Moto2 World Championship 2019. Pada kejuaraan ini, Dimas yang juga menjadi duta sepatu League Duraton Ride tergabung dalam Idemitsu Honda Team Asia. 
 Kompas.com/Josephus PrimusPebalap motor Indonesia Dimas Ekky Pratama. Kelahiran Depok 26 Juli 1992 ini berharap memberikan prestasi terbaik pada Moto2 World Championship 2019. Pada kejuaraan ini, Dimas yang juga menjadi duta sepatu League Duraton Ride tergabung dalam Idemitsu Honda Team Asia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI) resmi diluncurkan di Jakarta, Senin (9/11/2020). Tim balap ini menggandeng Dimas Ekky Pratama sebagai salah satu pebalapnya untuk mengikuti MotoGP 2021, khususnya kelas Moto2.

Direktur MRTI Kemalsyah Nasution, mengatakan, tim balap ini akan diperkuat juga oleh pebalap top. Pebalap tersebut berasal dari tim yang masuk sepuluh besar di kelas Moto2 sekarang ini.

Baca juga: Mandalika Racing Team Indonesia Berencana Akuisisi Tim di Moto2

"Tim yang gabung sama kita masuk top ten. Kita tidak bisa menyebutkan nama timnya, karena tim ini masih terikat kontrak hingga akhir musim," ujar Kemalsyah, saat peluncuran tim.

Mandalika Racing Team Indonesia tunjuk Raffi Ahmad sebagai duta timMRTI Mandalika Racing Team Indonesia tunjuk Raffi Ahmad sebagai duta tim

Febby Sagita, Direktur Operasional MRTI, sempat mengatakan, kalau dengan semangat nasionalis, MRTI ingin keduanya pebalap Indonesia. Namun menurutnya, kalau tim tersebut mau maju, maka harus cari juga satu orang dengan pengalaman yang banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya, setiap tim juga melakukan itu. Mereka tidak ingin kedua pebalapnya sama-sama kurang pengalaman. Sebab, nanti bisa memberikan pandangan buruk juga pada tim seandainya kedua pebalapnya finis di posisi buncit terus. Tim itu kan juga berjalan seprofesional mungkin," kata Febby, kepada Kompas.com.

Baca juga: Target MGPA Sirkuit Mandalika Kelar Juni 2021

Menurut Febby, kalau kepala mekanik, memang harus pakai orang luar. Sebab, memang mereka yang punya banyak pengalaman di kelas Moto2.

"Kita mengerti maunya rakyat Indonesia seperti apa. Di satu siai ada nasionalitas yang perlu dijaga, tapi di sisi lain kan ada commercial balancing antara tim dan sponsor," ujar Febby.

Febby menambahkan, MRTI menginginkan adanya regenerasi, bukan hanya ada tahun depan terus menghilang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X