Kemenperin Bicara Peluang Motor Listrik di Indonesia

Kompas.com - 07/11/2020, 13:22 WIB
Vrent, penyewaan sepeda motor listrik Viar IstimewaVrent, penyewaan sepeda motor listrik Viar
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai upaya mendorong percepatan pengembangan industri sepeda motor listik berbasis baterai, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mengklaim telah menetapkan kebijakan dan strategi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, pemanfaatan kendaraan listrik akan memberikan beberapa keuntunga dalam sistem transportasi dibanding kendaraan konvensional, baik dari aspek lingkungan maupun energi.

"Kami mendorong percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan dalam rangka ketahanan energi, peningkatan efisiensi energi, konservasi energi sektor transportasi, dan terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca," ucap Doddy dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Baterai Motor Listrik Beragam, Pengembangan SPBKLU Bakal Sulit

Doddy menjelaskan kebijakan dan strategi percepatan industri motor listrik berbasis baterai dalam negeri akan melalui tiga tahapan. Mulai dari jangka pendek, menengah, dan panjang.

Posisi pengecasan ada di bagian belakang.Ghulam/KompasOtomotif Posisi pengecasan ada di bagian belakang.

Motor diklaim sebagai kendaraan favorit, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan tingkat penjualan per tahun naik tajam sejak 2003 dan mencapai lebih dari 6 juta unit pada 2019.

Sampai semester pertama 2020, tercatat ada 10 produsen sepeda motor listrik yang beroperasi. Diperkirakan kapasitas produksi hingga 850.000 per tahun dan menyerap tenaga kerja sekitar 1.500 orang.

"Dengan melihat data tersebut, peluang untuk masuk dalam bisnis sepeda motor listrik sangatlah bagus," kata Doddy.

Kemenperin juga mengusung konsep circular economy sebagai bagian dari upaya menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya sampah baterai lithium karena masa pakai dan siklus pengisian yang terbatas.

Baca juga: Stasiun Swap Baterai Motor Listrik Mulai Tersedia di Alfamart

SPBKLU Motor listrikGrab Indonesia SPBKLU Motor listrik

Dengan konsep tersebut, nantinya baterai yang sudah habis masa pakai akan kembali diolah kembali. Sayangnya tak dijelaskan secara detail sebagai apa.

"Terlebih lagi Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral lithium, sehingga konsep circular economy akan menjadi lebih tepat," ujar Doddy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X