Pasar Otomotif Belum Stabil, Target Tahunan Masih Sulit Tercapai

Kompas.com - 22/10/2020, 08:42 WIB
Suasana booth Toyota di IIMS 2017. TAMSuasana booth Toyota di IIMS 2017.

 

JAKARTA, KOMPAS.comGaikindo menyebutkan bahwa target penjualan untuk 2020 yang ditetapkan awal tahun 1,05 juta unit sudah tak relevan. Proyeksi volume penjualan pun direvisi menjadi 600.000 unit saja.

Namun, sampai dengan kuartal III-2020, industri otomotif Tanah Air belum membaik seutuhnya. Pandemi telah membuat permintaan mobil baru masih naik dan turun.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan, pada September lalu penjualan mobil sudah meningkat 54 persen lebih dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Meluncur Minggu Depan, Begini Wujud Isuzu MU-X Generasi Baru

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

“Tapi masih jauh dari Negara lain, Amerika Serikat sudah tumbuh sampai 80 persen, China 100 persen lebih, Jepang lebih dari 75 persen, India juga 80 persen,” ujar Billy, dalam konferensi virtual (19/10/2020).

“Thailand sudah 80 persen, Malaysia sudah lebih dari 100 persen karena ada stimulus dari pemerintah,” katanya.

Billy mengatakan, oleh karena itu sampai akhir tahun pihaknya tidak mematok target penjualan khusus. Menurutnya, target utama Honda adalah mempertahankan pangsa pasar di angka 14,4 persen.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Penghapusan Denda Pajak Kendaraan di 7 Provinsi

 

Honda CR-V dari generasi ke generasi di Indonesia Honda CR-V dari generasi ke generasi di Indonesia

“Kalau kami lihat market ke depan masih belum stabil. Jadi, kami terus memonitoring pergerakan pasar sehingga program penjualan cocok,”ucap Billy.

Kondisi pandemi telah membuat performa penjualan terkoreksi cukup besar. Apalagi jika melihat realisasi penjualan sejak Januari-September 2020, yang membuat target revisi Gaikindo tampaknya masih sulit tercapai.

Anto Jimmi Suwandy, DIrektur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, penjualan otomotif masih sulit diprediksi di tengah pandemi.

Baca juga: Ingat, Masa Berlaku SIM Bukan Berdasarkan Tanggal Lahir Lagi

Tampilan Kijang Innova dan Fortuner terbaru.TAM Tampilan Kijang Innova dan Fortuner terbaru.

“Seperti kasus positif Covid-19, pertumbuhan ekonomi, hingga skema kredit. Jadi, rasanya akan sulit untuk mencapai target tahunan,” kata Anton, dalam konferensi virtual belum lama ini.

“Maka, sulit rasanya mencapai angka 600.000 unit. Namun, harapan kami market share bisa tetap dipertahankan sebesar 31 persen,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X