Ini Cara Efektif Istirahat Saat Perjalanan Jauh Naik Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 21/10/2020, 19:41 WIB
Arus lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (30/7/2020) pukul 15.00 WIB nampak lengang. KOMPAS.COM/FARIDAArus lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (30/7/2020) pukul 15.00 WIB nampak lengang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudi jarak jauh dengan kendaraan pribadi biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Misalnya seperti mudik yang dilakukan saat mau lebaran idul fitri atau libur panjang lainnya.

Mengemudi jarak jauh biasanya memakan waktu yang lama, bahkan bisa setengah hari. Tentunya mengemudi berjam-jam sangat menguras tenaga. Agar tidak menjadi celaka, harus dilakukan istirahat di tengah perjalanan ini.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, merujuk dari negara lain, pengemudi harus beristirahat setiap dua sampai tiga jam setelah mengemudi.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Xpander Cross Rockford Fosgate Black Edition

Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tau rest area RESTA PENDOPO 456 soap diresmikan tahun 2020.Jevon Wicaksono Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tau rest area RESTA PENDOPO 456 soap diresmikan tahun 2020.

“Dua sampai tiga jam pertama, istirahat untuk lakukan peregangan, bisa dilakukan 15-30 menit saja. Terus dua sampai tiga jam kedua, bisa peregangan ditambah tidur,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

Istirahat di tengah perjalanan hanya bisa dilakukan dengan sebentar, tidak melebihi dari tidur 30 menit. Jusri mengatakan, kualitas istirahat yang paling bagus yaitu tidur, tapi jangan lebih dari 30 menit atau biasa dikenal dengan power nap.

“Karena tidur lebih dari 30 menit, akan mengalami sleep disturbance atau kerusakan proses tidur yang sebenarnya. Kalau tidur melebihi satu jam saat perjalanan maka kualitas tidurnya tidak nyaman, saat bangun, moodnya jadi kurang baik,” kata Jusri.

Baca juga: Promo DFSK Goda Konsumen Jelang Akhir Tahun

Jadi saat perjalanan, lebih baik melakukan power nap, tidur 15 sampai 30 menit saja. Power nap sudah cukup memberikan kebugaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan. Tetapi pengemudi tidak dibenarkan menyetir lebih dari 10 jam dalam sehari.

“Kalau sudah mengemudi 10 jam, bagaimana pun harus berhenti. Kalau ingin melanjutkan perjalanan, dia harus beristirahat minimal tujuh jam,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X