Pertamina Klaim BBM Ramah Lingkungan Mulai Banyak Dikonsumsi

Kompas.com - 19/10/2020, 09:22 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan bila terjadi peningkatan konsumsi BBM ramah lingkungan pada September 2020. Klaim tersebut terlihat dari meningkatnya produksi Pertamax di kilang Resiudal Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refiner Unit IV Cilacap.

Berdasarakan data dan pengapalan, Pertamax di Kilang Cilacap menujukkan grafik kenaikan. Pada September, produksinya tercataat 1.445 million barrel (MB) atau naik dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang hanya 1.127 MB.

Menurut Unit Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan, data tersebut menjadi bukti naiknya kesadaran masyarakan untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan.

Baca juga: Hasil MotoGP Aragon 2020, Alex Rins Juara, Marquez Podium Lagi

"Sedangkan untuk lifting pada September juga mengalami kenaikan, dari 1.227 MB pada 2019 menjadi 1.513 MB. Kilang RFCC menjadi pelopor kilang modern Pertamina yang ramah lingkungan dan terus meningkatkan standar produknya setara Euro 4, atau Euro 3," kata Hatim dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2020).

Kilang BBM Pertamina CilacapPertamina Kilang BBM Pertamina Cilacap

Pertamax pertama kali meluncur pada 10 Desember 1999 yang saat itu dikeluarkan untuk menggunakan Premix 1994 serta Super TT 1998. Kedua BBM tersebut tak lagi dipasarkan lantaran mengandung Methyl Tertra Butyl Ether (MTBE) yang tak ramah lingkungan.

BBM Pertamax mengangun Oktan 92 dengan standar internasional. Produksinya saat ini dilakukan oleh Pertamina di kilang, yakni RU III Plaju, RU IV Cilacap, serta RU VI Balongan, yang diproduksi dengan campuran Platformat dan Gasoline RFCC.

Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan dengan kompresi 10:1 dan 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

Baca juga: Pertamina Mau Konsumsi Pertamax Naik Dua Kali Lipat Hingga 2024

Hal tersebut lantaran Pertamax mengandung pelindung anti karat untuk dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar, dan ruang bakar mesin yang juga bisa menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga membuat pembakaran makin sempurna.

Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Pertamax dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50 ppm (part per million). Kondisi ini sesuai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

"Peraturan ini menetapkan bahwa gas buang kendaraan bermotor maksimal 50 ppm, sehingga masyarakat mendapatkan produk Pertamax berkualitas tinggi dan ramah lingkungan dengan gas buang yang lebih sedikit" ucap Hatim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X