Fortuner dan Kijang Innova Terbaru Tidak Makan Segmen Lain

Kompas.com - 15/10/2020, 18:46 WIB
Toyota Kijang Innova akhirnya resmi meluncur di Indonesia. TAMToyota Kijang Innova akhirnya resmi meluncur di Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi melengkapi series produk Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV) di Indonesia dengan meluncurkan New Fortuner dan New Kijang Innova.

Perseroan berharap, dengan kehadiran dua produk di kelas menengah ke atas tersebut daya beli masyarakat bisa sedikit terangsang yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi nasional di tengah pandemi.

"Hari ini merupakan waktu yang berbahagia bagi kami karena tidak hanya memperkenalkan satu produk saja, tapi dua yaitu New Fortuner dan New Kijang Innova," kata Presiden Direktur TAM Susumu Matsuda dalam seremoni digital, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Thailand Punya Fortuner Legender, Kenapa di Indonesia Tidak Ada?

Toyota Fortuner faceliftTAM Toyota Fortuner facelift

Namun bila melihat banderolan mobil yang berada di kisaran Rp 337,6 sampai Rp 700 juta, berpotensi untuk bersinggungan dengan produk Toyota lainnya seperti Voxy.

Pasalnya, mobil keluarga berdesain kotak dengan pintu geser ini dibanderol dengan harga Rp 501 juta on the road DKI Jakarta. Berbeda tipis dengan Venturer tipe teratas Rp 455 juta dan Rp 495,7 juta.

"Bicara harga teratas dari Kijang Innova (Venturer), sebenarnya membuat segmentasi mobil ini jadi luas. Sebab, penggunanya itu punya kebutuhan yang berbeda-beda pula. Tapi tidak akan saling bergesekan," ujar Direktur Marketing TAM Anton Jimmi Suwandy.

"Tipe Venturer kami hadirkan untuk mengisi kekosongan antara Kijang Innova dan Fortuner sehingga nuansanya macho sekaligus premium. Sementara main volume Kijang Innova ada di tipe G dan V (Rp 300-Rp 400 jutaan)," lanjut dia.

Baca juga: Kondisi Sulit, Ini Target New Fortuner dan New Kijang Innova

Tampilan Kijang Innova terbaruTAM Tampilan Kijang Innova terbaru

Sedangkan untuk segmentasi Voxy, berbeda lagi. Meski ceruknya terbilang lebih kecil tapi kebutuhan dan preferensi konsumen yang memiliki mobil tersebut sungguh beda.

"Dalam cangkupan itu, ada beberapa konsumen yang over lapping. Jika mereka ingin mobil boxy, sliding door, dan tak masalah dengan ground clearance, larinya ke Voxy. Jadi berbeda kebutuhan dan segmen," kata Anton.

"Segmentasi kami itu sangat luas, dari LCGC sampai premium. Jadi konsumen bebas memilih mobil apa saja sesuai dengan kebutuhannya," tambahnya lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X