Kompas.com - 09/10/2020, 16:41 WIB
Ilustrasi Suzuki Jimny Long Wheelbase dengan 5 pintu IstimewaIlustrasi Suzuki Jimny Long Wheelbase dengan 5 pintu
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki Motor Corporation dikabarkan sedang melakukan uji coba untuk memproduksi model Jimny di India guna meringankan beban atas pabrik pusat yang berada di Jepang karena permintaannya terus meningkat.

Dilansir Rushlane pada Jumat (9/10/2020), SUV kotak tersebut akan dirakit di Gurgaon. Dimulai sejak September, pekerjaan perakitan ini dilakukan secara completely knocked down (CKD).

Kini, disebutkan pula bahwa pihak Suzuki dan vendor lokal yang memproduksi komponen Jimny sudah melakukan pembicaraan supaya dapat menangani suplai dari dalam negeri.

Baca juga: Cek Harga Toyota Fortuner Bekas di Balai Lelang, Mulai Rp 180 Jutaan

Test Drive Suzuki JimnyMotor1 Test Drive Suzuki Jimny

Belum ada keterangan resmi dari pihak Suzuki maupun Maruti Suzuki. Namun beberapa waktu belakangan, salah satu karyawan mengatakan bahwa India berencana menjadi basis produksi Jimny pada 2023.

Rinciannya, sebagai tahap awal Jimny produksi India tersebut akan diluncurkan pada 2022 dengan menyandang status CKD. Kemudian satu tahun setelahnya, Maruti Suzuki mulai menggunakan komponen lokal dalam produksi Jimny.

Berdasarkan laporan Gaadiwaadi.com, Maruti Suzuki juga dikatakan bakal mengembangkan Jimny versi 5-pintu untuk pasar India, yang kemungkinan diberi nama Gipsy. Sedangkan Jimny 3-pintu ditunjukkan hanya untuk ekspor.

Baca juga: Demo Bentrok, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar

Ilustrasi Suzuki Jimny turbogaadiwaadi.com Ilustrasi Suzuki Jimny turbo

Adapun spesifikasi mesinnya, Jimny India akan dibekali mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga 105 ps dan torsi puncak 138 Nm yang didukung oleh transmisi manual 5 percepatan serta otomatik 4 percepatan.

Selain India, Indonesia juga pernah disebut-sebut bakal memproduksi Jimny mengingat pengalamannya bersama Katana dan mesin bensin 1.5 liter K15B yang digunakan sudah dipakai pada Ertiga telah diproduksi lokal.

Kendati demikian, masih banyak pertimbangan dari prinsipal, seperti sistem gerak 4x4 yang memiliki pajaknya tinggi di Tanah Air. Sementara jika hanya produksi versi 4x2, dibutuhkan persiapan lebih jauh.



Sumber rushlane
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X