Soal Target Penjualan Mobil, Gaikindo Masih Bertahan Tanpa Revisi

Kompas.com - 09/10/2020, 16:01 WIB
Toyota C-HR Hybrid di GIIAS 2019 Toyota C-HR Hybrid di GIIAS 2019
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, rencana pemerintah memberikan stimulus bagi penjualan mobil baru melalui relaksasi pajak nol persen, masih menjadi wacana.

Kondisi tersebut berakibat terjadinya penundaan pembelian dari masyarakat yang juga menantikan adanya relaksasi agar bisa membeli mobil dengan harga yang murah.

Melihat fenomena yang berpotensi menurunkan laju penjualan tersebut, apakah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) jadi untuk melakukan revisi terget. Mengingat sisa waktu di 2020, bila dihitung dari saat ini hanya tinggal dua bulan lagi.

Menjawab hal ini, Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, bila sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan perubahan target dari yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Baca juga: Gaikindo Bilang Relaksasi Tak Sekadar Dongkrak Penjualan Mobil

"Sejauh ini patokan kami masih sama. Memang melihat dari segi kondisinya sangat berat ya, tapi kami masih berpegang pada kami masih 600.000 ribu unit sampai akhir tahun," ucap Kukuh kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Menurut Kukuh, terkait masalah pandemi Covid-19 tak bisa hanya semata-mata dikaitkan hanya dengan pasar otomotif saja. Banyak sektor lain yang juga ikut terganggu karena masalah utamanya terkait ekonomi.

Dampak dari Covid-19, beberapa waktu lalu menurut Kukuh sempat membuat Indoensia tertinggal pada peringkat penjualan domestik hingga turun ke peringkat kelima. Namun berangsur-angsur pulih seiring adanya peningkatan pada Agustus 2020, dan kembali ke peringkat ketiga.

Meski demikian, bila ingin bersaing dengan negara lain yang notabennya secara penanganan Covid-19 lebih cepat serta pemerintahnya juga tanggap, akan sangat sulit sekali.

"Negara lain yang bisa mengatasi Covid-19 dengan baik, otomatis pasarnya saat ini juga mulai pulih dan maju, untuk kita agak sulit berkompetisi dalam kondisi yang ibaratnya masih sakit-sakitan ini," ucap Kukuh.

Baca juga: Resmi, Fortuner dan Innova Facelift Meluncur 15 Oktober 2020

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

"Meski demikian, kami berharap bisa ada kemanjuan di sisa waktu yang memang tinggal sedikit lagi, harus optimis, maka kami bertahan dengan target awal. Karena itu soal relaksasi, kalau misalkan diberikan sangat bagus apapun bentuk setimulusnya nanti yang penting cepat ada kepastian," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X