Benarkah Mobil Bertransmisi Matik Lebih Irit dari Manual?

Kompas.com - 08/10/2020, 16:01 WIB
Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua mobil modern saat ini sudah dilengkapi dengan transmisi otomatis. Selain karena kepraktisannya, ternyata juga diyakini lebih irit dibanding mobil manual.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, dirinya cenderung lebih berani mengatakan lebih irit mobil matik zaman sekarang. Sebab, di matik itu sekarang torsi dan tenaga yang ditransfer dari mesin ke roda bisa mencapai 100 persen.

Baca juga: Posisi Tuas yang Benar pada Mobil Transmisi Matik Saat Memanaskan Mesin

"Kalau mobil matik yang lama kan paling tidak sampai 100 persen, bisa 98 persen," ujar Hermas, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020SIS Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020

Jadi, menurut Hermas, ada pemborosan sekitar 2 persen. Sedangkan transmisi manual, begitu kopling dilepas, tenaga yang tersalurkan langsung 100 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekarang, di mobil matik sudah ada bermacam-macam teknologi. Hermas menyebutkan salah satunya adalah torque converter clutch. Teknologi baru yang dikembangkan untuk mengurangi efek slip dari transmisi matik, agar tenaga bisa tersalurkan 100 persen.

Baca juga: Catat, Jangan Lakukan Ini Saat Mengemudikan Mobil Transmisi Matik

"Jika mobil manual dan matik sama-sama ke luar kota dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, itu tidak ada bedanya. Kedua transmisi sama-sama bisa menyalurkan 100 persen," kata Hermas.

Hermas menjelaskan, yang menjadi krusial kalau mobil melaju di bawah 60 kilometer per jam. Transmisi matik belum menyalurkan tenaga 100 persen, karena sistemnya memang dirancang begitu.

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

"Tapi, mobil manual juga ada kekurangannya, yakni di 0-60 kilometer per jam atau di kemacetan. Seseorang bawa mobil manual juga belum tentu melepas koplingnya dengan tepat. Kadang saat mengoper gigi, gasnya sedikit meraung atau mengoper giginya telat," ujar Hermas.

Menurutnya, perilaku tersebut juga bisa berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar. Sedangkan di beberapa mobil matik, sudah dilengkapi pilihan mode berkendara, salah satunya Eco Mode. Mode berkendara ini membuat perpindahan gigi 1, 2, dan 3 lebih cepat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.