Mitos atau Fakta, Sembarang Isi BBM Bisa Mempengaruhi Umur Busi?

Kompas.com - 05/10/2020, 18:31 WIB
Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan). Ghulam/OtomaniaBusi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Busi pada kendaraan memiliki peranan penting untuk proses pengapian mesin kendaraan. Berfungsi memercikkan bunga api guna pembakaranan bahan bakar dan udara, busi tidak bisa dianggap remeh karena kaitannya langsung ke perfoma kendaraan.

Tidak sedikit pemilik mobil yang bertanya, kenapa setelah memasang busi baru perfoma mesin tetap sama. Bahkan terkadang usia pemakaiannya lebih singkat yang membuat pengguna mobil harus mengganti busi lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Terkait hal ini, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, ada salah satu kebiasaan rutin pemilik mobil yang tanpa disadari bisa berimbas pada usia busi, bahkan membuat tenaga terkesan loyo.

Baca juga: Batal Cerai, Repsol dan Honda Perpanjang Kontrak

“Busi memang memiliki masa pakai, biasanya sekitar 40.000 km untuk busi biasa, dan lebih lama yang jenis iridium. Permasalahan busi tekadang sudah minta ganti sebelum waktunya tergantung banyak faktor, biasanya karena pola pemilik kendaraan yang tidak sesuai mengisi bahan bakar,” kata Suparna saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Suparna menjelaskan, setiap mobil yang dikeluarkan dari pabrikan dan dipasarkan sudah ada ketentuan penggunaan jenis bahan bakar yang wajib dikonsumsi. Misal untuk mobil ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) atau MPV seperti Avanza minimal menggunakan Research Octane Number atau RON 92 atau sekelas Pertamax.

Bila sering menggunakan RON di bawah yang sudah ditentukan, maka efeknya akan berpengaruh pada usia busi. Tidak hanya itu saja, penggunaan BBM yang tidak sesuai juga berimbas pada proses pembakaran yang tidak sempurna dan membuat perfoma mesin menjadi tidak optimal.

Baca juga: Rayakan Eksistensi, BMW Luncurkan Edisi GS 40 Tahun

Lanjut Suparna, semakin tinggi nilai oktan dari jenis BBM, maka makin kecil pula tingkatan residu yang dihasilkan dari proses pembakaran. Dampaknya, ruang mesin tidak cepat kotor.

“Akibat BBM yang tidak sesuai, pembakaran menjadi prematur, sisa pembakaran akan meninggalkan residu yang mengotori ruang bakar, termasuk klep dan kepala busi. Perfoma turun, usia pemakaian busi pun akan lebih cepat,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X