Kompas.com - 05/10/2020, 18:21 WIB
Fino Owners Indonesia (FOI) latihan menikung di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, awal Februari 2015. Fino Owners Indonesia (FOI)Fino Owners Indonesia (FOI) latihan menikung di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, awal Februari 2015.

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara dengan motor, tentunya membutuhkan keahlian. Salah satu yang perlu diketahui yaitu gaya-gaya menikung. Karena jika sampai salah gaya atau caranya, pengendara bisa jatuh dari motornya.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, ada tiga gaya menikung saat berkendara, pertama yaitu line in the bike, line out the bike dan line with the bike. Ketiga gaya ini memiliki tujuannya masing-masing.

“Line in the bike maksudnya postur tubuh pengendara lebih miring dibanding motornya. Gaya ini biasa digunakan saat balapan MotoGP, road race dan sebagainya,” ucap Agus kepada Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Daftar Mobil Bekas di Bawah Rp 50 Juta, Ada Sirion, Civic sampai BMW

Tips cara belok pakai motor trailFoto: Yamaha Indonesia Tips cara belok pakai motor trail

Line in the bike dilakukan karena kecepatan balapan di tikungan yang tinggi, sehingga pebalap harus merebah agar jalur balapnya tidak terlalu besar. Kemudian jika kecepatan tinggi tidak pakai gaya line in, motor akan terlalu melebar sehingga mengurangi catatan waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Gaya line in harus dibantu juga dengan kecepatan yang tinggi. Selain itu, kondisi trek aspal juga sangat memadai untuk melakukan gaya menikung line in the bike,” kata Agus.

Kedua yaitu line out the bike, gaya ini biasa digunakan saat berkendara motocross, trail dan sebagainya. Postur tubuh pengendara lebih tegak dari motornya. Berbeda dengan balapan di aspal, medan jalan motocross merupakan tanah.

Baca juga: Punya Dana Rp 500 Juta, Pilih Toyota Voxy Baru atau Alphard Bekas?

“Berbeda dengan motocross, walau kecepatannya tinggi juga, kondisi trek dan motor yang digunakan tidak dapat melakukan gaya line in, jadi harus line out. Gaya line out lebih mengandalkan keseimbangan, bukan kecepatan,” kata dia.

Terakhir yaitu gaya line with the bike, maksudnya yaitu postur pengendara yang sejajar dengan kendaraannya. Gaya ini sangat umum digunakan oleh pemotor di jalan raya. Biasanya pengendara di jalan raya saat menikung kecepatannya tidak terlalu tinggi.

Jadi kalau kecepatannya rendah dan memaksa memakai gaya line in, bisa-bisa motor rubuh. Gaya menikung yang benar menyesuaikan trek dan kecepatan bisa melindungi pengendara dari kecelakaan tunggal di jalanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X