Ini Cara Pemerintah Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol Cipali

Kompas.com - 26/09/2020, 12:01 WIB
Satu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB. HANDOUTSatu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan di jalan Tol Cipali masih saja terjadi setiap harinya. Peristiwa yang sering terjadi biasanya, yaitu tabrak belakang atau kendaraan kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan.

Dua kecelakaan ini bisa disebabkan oleh human error atau kesalahan manusia. Masalah ini bisa timbul karena pengemudi yang kelelahan, sehingga tidak waspada dengan kondisi jalan dan micro sleep sehingga kehilangan kendali.

Untuk mengurangi potensi kecelakaan di Tol Cipali Komite Nasional Keselamatan Tansportasi ( KNKT) memberikan tiga masukan agar bisa meningkatkan keselamatan di Tol Cipali ini.

Baca juga: Mengenal TVS XL100 Bebek Angkut Heavy Duty, Cuma Rp 10 Jutaan

Polisi mengevakuasi bangkai kendaraan pasca kecelakaan maut di KM 184 Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8/2020).KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Polisi mengevakuasi bangkai kendaraan pasca kecelakaan maut di KM 184 Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8/2020).

“Pertama yaitu promosi keselamatan dengan mengingatkan bahaya pecah ban pada setiap ret area,” ucap Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT dala Kuliah Telegram Indonesia Truckers Club, Jumat (25/9/2020).

Sarankan kepada setiap pengguna jalan untuk memeriksa tekanan udara ban kendaraannya. Faktor penyebab dari pecah ban di jalan tol, yaitu tekanan udara yang di bawah standar.

“Kedua, modifikasi marka dengan membuat ilusi tandingan bagi pengemudi. Misalnya dengan membuat jalan seolah-olah menyempit dengan menggunakan marka chevron reducing marking,” kata Ahmad.

Baca juga: 10 Mobil Bekas Rp 70 Jutaan Akhir Bulan Ini

Jalan Tol Cipali dengan penampang melintang yang lebar, lurus dan memiliki pandangan samping terbuka, seringkali menimbulkan ilusi yang memengaruhi persepsi pengemudi akan kecepatannya sendiri dan kendaraan lain.

“Terakhir yaitu dengan menambah rest area di Cipali dengan berbagai spot menarik untuk foto-foto dan berwisata. Sehingga orang berminat untuk berkunjung ke rest area sebagai tempat hiburan, bukan sekadar tempat beristirahat,” kata dia.

Salah rest area yang terdapat di ruas Jalan Tol CipaliKOMPAS.com / DANI PRABOWO Salah rest area yang terdapat di ruas Jalan Tol Cipali

Ahmad menambahkan, hampir sebagian besar pengemudi enggan untuk berhenti di rest area sekalipun lelah karena ingin mengejar waktu dan sebagainya.

Jadi, jangan sediakan rest area untuk orang yang lelah saja, melainkan juga untuk orang yang ingin refreshing bersama keluarga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X