Begini Teknik Aman jika Mobil Terpaksa Menerjang Banjir

Kompas.com - 22/09/2020, 09:42 WIB
Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSASebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin (21/9/2020) mulai menyebabkan banjir di beberapa titik. Sejumlah kendaraan terpantau dihadang banjir dan mencari jalur alternatif agar tetap bisa sampai ke tujuan.

Terkait hal ini, Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan, mengatakan, banjir dapat merusak komponen vital mobil. Oleh sebab itu, pengemudi disarankan untuk putar balik dan tidak melewati genangan air saat menemui banjir.

Meski begitu, ada pengecualian bagi mereka yang tidak memiliki jalan lain untuk menuju lokasi dan terpaksa harus melewati jalan tersebut.

Baca juga: Visor Transitions, Solusi Kaca Helm Siang dan Malam

Menurut Marcell, mobil masih boleh melintasi banjir, tetapi dengan beberapa catatan. Salah satunya jangan menjadi yang pertama saat melintasi banjir.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Senin (21/9) Pantauan di Jl. Jenderal Sudirman depan Universitas Atma Jaya pada malam hari ini. - photo @anthonio.wirman #jktinfo

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on Sep 21, 2020 at 6:48am PDT

“Langkah ini diambil agar bisa mengetahui seberapa dalam banjir tersebut. Biarkan orang lain lewat dan pelajari kontur jalan dari mobil yang jalan terlebih dulu. Kalau mobil tadi berhasil melintasi banjir maka kita bisa menirunya,” ucap Marcell belum lama ini saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Tren Jual Beli Mobil Bekas Secara Online Makin Meningkat

Selain itu, penting juga bagi pengemudi untuk memantau ketinggian air lewat roda mobil. Marcell mengatakan agar tidak melintasi banjir yang lebih tinggi dari setengah ban.

Sebab, semakin tinggi permukaan air, maka semakin besar pula kemungkinan air masuk melalui intake atau saluran udara. Karena masuknya air ke dalam intake sangat mungkin terjadi, terutama akibat dari gelombang yang diciptakan saat mobil melaju di air.

“Kalau air sampai masuk ke intake, lalu ke ruang bakar, tak hanya membuat mobil mogok, tapi juga bisa menyebabkan water hammer. Risikonya, komponen mesin internal bisa rusak,” kata Marcell.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X