PSBB Tahap Dua, Konsumen Mobil Bekas Lebih Suka Cek Langsung

Kompas.com - 18/09/2020, 18:01 WIB
Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019) KOMPAS.com/ Ryana AryaditaKolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) sedikit banyak telah mempengaruhi penjualan mobil bekas. Namun pada PSBB tahap kedua, dampaknya ternyata tak sebesar PSBB awal yang berlangsung April-Mei lalu.

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, mengatakan, pasar mobil bekas mulai terasa pulih pada semester kedua tahun ini, tepatnya bulan Agustus kemarin.

“Peminat mobil bekas masih ada, faktornya karena kebutuhan kendaraan saat pandemi, untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain,” ucap Herjanto, kepada Kompas.com (18/9/2020).

Baca juga: Penjualan Livina Ungguli Kijang Innova dan Xpander

Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.Ari Purnomo Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.

Sementara itu, Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, mengatakan, konsumen mobil bekas mayoritas lebih banyak yang melakukan cek langsung meskipun keadaan sedang PSBB.

“Dulu pas PSBB awal, konsumen praktis tidak bisa datang ke showroom. Makanya Mobil88 menyediakan layanan car on delivery, untuk memfasilitasi konsumen yang ingin lihat-lihat mobil,” ujar Fischer, kepada Kompas.com pada kesempatan yang sama.

Menurutnya layanan ini masih diteruskan pada PSBB Transisi, hingga PSBB tahap dua yang sudah berlangsung sejak Senin, 14 September 2020.

Baca juga: Penjelasan Kenapa Volvo Utuh dan Fortuner Remuk Saat Tabrakan

- -

“Konsumen memang lebih nyaman jika mobilnya diantar ke rumah, tapi itu untuk yang sudah mantap pilihannya,” ucap Fischer.

“Karena masih banyak konsumen yang bimbang, misal di mau pilih Yaris atau Rush, nah mereka ini lebih senang datang ke showroom untuk lihat langsung,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X