Bijak Menggunakan Transportasi Umum di Era Pandemi Covid-19

Kompas.com - 15/09/2020, 17:21 WIB
Kabin bus gratis antar stasiun Kompas.com/Fathan RadityasaniKabin bus gratis antar stasiun

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 di Indonesia masih saja memiliki tingkat penyebaran yang tinggi. Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Transportasi umum dianggap menjadi salah satu media penyebaran virus Covid-19. Hal ini disebabkan moda transportasi yang digunakan oleh banyak orang, sehingga menjadi tempat yang rawan tertular Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M. Faqih akan memberikan beberapa tips agar aman saat menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Quartararo Sebut Dirinya Jatuh Karena Vinales

Ilustrasi angkutan kota.KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Ilustrasi angkutan kota.

“Pertama, jaga perilaku, pastikan kita fit, cukup istirahat sebelum bepergian. Karena orang yang tidak fit lebih rawan untuk tertular. Jangan dipaksakan naik kendaraan umum saat tidak fit,” ucap Daeng dalam webinar bijak bertransportasi di era pandemi Covid-19, Selasa (15/9/2020).

Kemudian ingat juga 3M, memakai masker, membersihkan tangan, dan menjaga jarak. Pastikan menggunakan masker yang tidak tembus, lebih baik pakai masker bedah. Kemudian pastikan seluruh badan bersih, terutama tangan.

“Sebisa mungkin di tempat umum tidak memegang apa-apa. Kemudian selalu kantongi hand sanitizer,” kata Daeng.

Baca juga: Mengenal Bebek Trail Honda XRM125 DS

Ke tiga yaitu menjaga jarak, tidak berkelompok saat naik transportasi umum. Kemudian juga tidak bercakap-cakap saat naik kendaraan umum. Terakhir yaitu segera cuci tangan setelah keluar dari terminal atau stasiun.

“Naik kendaraan umum kan digunakan banyak orang, jadi segera mungkin mencuci tangan,” kata dia.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menaiki angkutan umum yang telah menerapkan protokol kesehatan. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Wali Kota Salatiga Yuliyanto menaiki angkutan umum yang telah menerapkan protokol kesehatan.

Daeng menambahkan, secara umum agar aman bertransportasi, ada dua hal, jaga perilaku kesehatan dan lingkungan transportasi. Kedua hal ini harus saling komitmen, jaga perilaku dari diri sendiri dan lingkungan transportasi dijaga oleh pengelola.

Penjagaan lingkungan transportasi ini seperti disiplin dengan protokol yang sudah ada. Misalnya pelarangan penumpang tanpa masker naik dan kapasitas maksimal penumpang yaitu 50 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X