Tips Memilih Tempat Parkir yang Aman Selama PSBB Jilid 2 Jakarta

Kompas.com - 15/09/2020, 07:12 WIB
Kondisi mobil yang sudah parkir lebih dari enam bulan di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai Rp 10 juta lebih. KOMPAS.com/ Ari PurnomoKondisi mobil yang sudah parkir lebih dari enam bulan di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai Rp 10 juta lebih.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hewan pengerat seperti tikus bisa menjadi ancaman bagi para pemilik mobil, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Hal ini karena, dengan adanya aturan tersebut otomatis kendaraan roda empat akan lebih banyak terparkir di garasi atau di halaman.

Mobil yang jarang digunakan dalam waktu yang lama ini tentunya bisa menjadi “rumah” yang nyaman bagi hewan pengerat.

Keberadaan tikus ini perlu diantisipasi agar hewan pengerat tersebut tidak masuk ke ruang mesin atau kabin mobil dan merusak komponen yang ada.

Baca juga: Urus STNK Hilang di Samsat, Bisa Diwakilkan?

Salah satu antisipasi yang bisa dilakukan oleh para pemilik mobil adalah memilih tempat parkir yang aman.

Ilustrasi tikus mutan. Ilmuwan melakukan rekayasa genetika pada tikus yang kemudian dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari massa otot dan tulang.SHUTTERSHOCK/Carlos Aranguiz Ilustrasi tikus mutan. Ilmuwan melakukan rekayasa genetika pada tikus yang kemudian dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari massa otot dan tulang.

Pemilik bengkel spesialis matik Worner Matic Hermas Efendi Prabowo mengatakan, saat memarkirkan kendaraan roda empat pilih lokasi yang aman.

Tidak hanya dari aksi pencurian tetapi dari jangkauan hewan yang bisa merusak komponen mobil seperti tikus atau pun serangga.

“Tempatkan mobil yang aman di garasi yang ada atapnya dan jauhkan dari jangkauan tikus. Karena, tikus berbahaya kalau tidak diantisipasi merusak kabel, selang-selang kendaraan,” kata Hermas kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Penerbitan STNK Baru

Hermas menambahkan, rumah yang dekat dengan area kebun lebih berpotensi terhadap keberadaan tikus.

Maka dari itu, upaya untuk melakukan antisipasi perlu dilakukan agar terhindar dari jangkauan tikus selama mobil terparkir lama.

Kondisi kabel mobil yang putus karena digigit tikus. Kejadian ini sering terjadi lantaran tikus menjadikan ruang mesin mobil sebagai sarangnya.Ari Purnomo Kondisi kabel mobil yang putus karena digigit tikus. Kejadian ini sering terjadi lantaran tikus menjadikan ruang mesin mobil sebagai sarangnya.

“Biasanya rumah yang dekat dengan area kebun itu lebih berisiko didatangi tikus,” ucapnya.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi juga mengatakan, bahwa keberadaan tikus memang cukup mengganggu dan bisa berbahaya.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Hal ini karena jika tikus sampai menggigit kabel kelistrikan yang ada di ruang mesin bukan tidak mungkin bisa menyebabkan korsleting listrik atau kerusakan.

“Jika kerusakannya ringan mungkin bisa diperbaiki sendiri, tetapi jika kerusakannya berat harus dibawa ke bengkel resmi untuk perbaikan,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X