5 Penyebab Utama Ban Benjol pada Truk

Kompas.com - 12/09/2020, 11:02 WIB
Ban truk bunting Bambang WidjanarkoBan truk bunting

JAKARTA, KOMPAS.comBan pada kendaaraan niaga seperti truk termasuk dalam hitungan biaya operasional. Oleh karena itu, jika merawat ban dengan baik, bisa menghemat biaya pengeluaran bisa ditekan.

Ban yang digunakan untuk operasional ini tentunya tidak terlepas dari masalah, misalnya seperti dinding ban yang benjol. Ban benjol ini tidak datang secara tiba-tiba, ada banyak hal yang bisa menyebabkan ban menjadi benjol.

Independent Tire Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, ada lima penyebab ban truk menjadadi benjol.

Baca juga: Usai New Yaris, Toyota Siapkan Peluncuran Fortuner Baru?

Ban truk kembungTyredekho Ban truk kembung

Pertama, yaitu karena ban terlalu panas atau overheat. Overheat ini bisa disebabkan truk yang tidak mengistirahatkan bannya saat perjalanan panjang. Selain itu, overheat juga disebabkan kurangnya tekanan udara, over loading dan penggunaan rem kaki yang berlebihan.

“Overheat yang disebabkan hal di atas menyebabkan lepasnya rekatan antara kerangka baja ban dengan karetnya. Sehingga udara masuk ke sela-sela tersebut dan menjadi kembung,” kata Bambang kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kedua, yaitu ban yang membentur lubang di jalanan. Benturan tersebut menyebabkan susunan kerangka ban yang berubah, benturan tersebut juga menyebabkan lepasnya rekatan antara kerangka dengan karet ban.

Baca juga: Ingat Regulasi Berkendara Saat PSBB, Ancaman Dendanya Rp 1 Juta

Ketiga, truk yang membawa beban namun tidak dijalankan. Perilaku ini ternyata membuat ban menjadi kembung. Beban yang berat menekan roda pada satu titik. Titik tersebut yang nantinya menjadi kembung ketika truk kembali dijalankan.

Jika terpaksa diam lebih dari dua hari, lebih baik beban yang diangkut diturunkan saja atau jangan biarkan truk yang diam mengangkut beban. Ban yang kembung sudah seharusnya diganti.

Keempat, yaitu karena ban flat spot. Jika kendaraan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, embun dari lantai akan masuk melalui pori-pori ban. Hal ini yang menyebabkan rangka baja ban menjadi berkarat.

Ilustrasi ban flat spotcowest.net Ilustrasi ban flat spot

Kerangka baja pada ban yang berkarat bisa membuat kembung. Biasanya pada area yang lama bersentuhan dengan lantai, akan mengembung ketika digunakan.

“Terakhir (kelima) yaitu kesalahan dalam proses produksi. Akibat kurangnya rekatan antara kerangka dengan karet, adanya tetesan minyak, debu, atau kotoran yang masuk ke lapisan karet saat proses produksi, bisa membuat ban menjadi kembung,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X