Fungsi Lampu Dim di Sepeda Motor

Kompas.com - 11/09/2020, 20:11 WIB
Puluhan bocah dari TK di Kulon Progo, DIY, keliling kota Wates menggunakan motor pateoli. Mereka berkonvoi sambil dikanlakan pada berbagai rambu lalu lintas. Kegiatan sosialisasi lalu lintas ini berlangsung rutin dengan beragam cara. KOMPAS.com/Dani JPuluhan bocah dari TK di Kulon Progo, DIY, keliling kota Wates menggunakan motor pateoli. Mereka berkonvoi sambil dikanlakan pada berbagai rambu lalu lintas. Kegiatan sosialisasi lalu lintas ini berlangsung rutin dengan beragam cara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lampu dim atau flashlight merupakan lampu tambahan di sepeda motor. Lampu dim biasanya terdapat di motor tipe sport alias motor batangan.

Agus Sani, Head of Safety Riding Wahana, Main Dealer Honda Jakarta-Tangerang, mengatakan, fungsi lampu dim di motor adalah alat komunikasi dengan kendaraan lain.

"Fungsi lampu dim untuk memberikan tanda kepada pengendara di depannya jika ingin mendahului. Sehingga saat kita menyalakan lampu dim maka pengendara di depan akan mengetahui melalui kaca spion," kata Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Di Rumah Lagi karena PSBB, Panaskan Mesin Motor Jangan Lebay

Agus mengatakan, meski cukup familiar tak jarang pengendara motor salah dalam penerapannya. Atau bahkan jarang menggunakan lampu dim di kondisi yang seharusnya pakai.

Kode dasar saat touring menggunakan motor bersama rombonganIstimewa Kode dasar saat touring menggunakan motor bersama rombongan

Agus mengatakan, lampu dim hanya digunakan jika ingin mendahului. Atau misalkan memberi tahu sesuatu hal, tapi tidak ingin menggunakan klakson yang terdengar lebih intimidatif.

"Etikanya hanya digunakan pada saat kita memberikan tanda kepada pengendara didepan, jadi jangan digunakan apabila tidak ada keperluannya karena dapat menyilaukan pengendara di depan kita," katanya.

Baca juga: Ingat Regulasi Berkendara Saat PSBB, Ancaman Dendanya Rp 1 Juta

Meski sudah ada lampu dim bukan berarti bisa menyalip kendaraan sesuka hati. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, etika menyalip tergantung rambu dan marka jalan.

“Semua pengguna jalan harus mematuhi rambu-rambu yang memberitahukan batas marka, kecepatan dan adanya tikungan di depan dan lain-lain, karena hal ini yang memandu pengendara agar lebih selamat,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X