Dijadikan Taksi Online, Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur

Kompas.com - 03/09/2020, 17:11 WIB
Asuransi mobil utah778Asuransi mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asuransi mobil pribadi bisa gugur bila kendaraan dijadikan taksi online. Ini dikarenakan adanya perubahan risiko pada penggunaan kendaraan lantaran perubahan status menjadi mobil komersial.

Lagipula, mengubah fungsi kendaraan tanpa melaporkan ke pihak asuransi dengan segera bisa membuat kriteria perjanjian polis asuransi menjadi hangus.

"Melaporkan ke pihak asuransi jika kendaraan mendapatkan perubahan, termasuk mengalihfungsikan mobil pribadi jadi taksi online, adalah keharusan," kata Kepala Komunikasi, Event, dan Service Management PT Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Mobil Tua Sulit Dapat Perlindungan Asuransi, Ini Alasannya

Ilustrasi taksi onlineKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi taksi online

"Kalau tidak, maka akan ada risiko tertolaknya klaim bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan," tambah dia.

Biasanya pemilik mobil yang membeli secara kredit telah sepaket dengan asuransi mobil, namun dalam paket tersebut mobil yang dibeli masih terdaftar sebagai mobil pribadi, katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan pemilik mobil ke pihak asuransi diperlukan, lanjut Iwan, karena jika pemilik mobil tidak melaporkan kepada pihak asuransi, pemilik mobil akan dianggap ingkar janji karena menggunakan kendaraan di luar perjanjian awal yang tercantum pada polis.

"Ini sesuai dengan aturan di dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) yang menyatakan bahwa perlindungan asuransi akan gugur jika disebabkan penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam polis," ujarnya.

Baca juga: Benarkah BBM Oktan Tinggi Bisa Tingkatkan Performa Kendaraan?

GrabCar di Bandung mulai dipasangi sekat pelindung berbahan plastik. Untuk tahap awal, ditargetkan 100 kendaraan terpasang sekat pelindung.Dok GRAB GrabCar di Bandung mulai dipasangi sekat pelindung berbahan plastik. Untuk tahap awal, ditargetkan 100 kendaraan terpasang sekat pelindung.

Iwan menjelaskan meski sama-sama digunakan, pengalihfungsian mobil pribadi menjadi taksi online atau dalam bentuk apapun untuk menerima balas jasa dianggap lebih berisiko dibandingkan hanya dengan pemanfaatan untuk mobil pribadi.

"Salah satu sebabnya adalah frekuensi penggunaan untuk tujuan komersial yang lebih tinggi, sehingga berbagai risiko kerugian yang mungkin terjadi pun jadi semakin besar," kata Iwan.

Oleh sebab itu, penting untuk pemilik asuransi untuk mengonsultasikan setiap perubahan kecil yang ingin dilakukan pada mobilnya supaya tidak salah ambil langkah dan menggugurkan perlindungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.