Marak Fenomena Drive-in, Ternyata Punya Dampak Serius Bagi Kendaraan

Kompas.com - 01/09/2020, 10:02 WIB
Pengunjung menyaksikan Danamon New Live Experience, Drive-In Concert  di Jakarta di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Kahitna tampil dalam hari pertama acara Drive-In Concert perdana di Jakarta. KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan Danamon New Live Experience, Drive-In Concert di Jakarta di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Kahitna tampil dalam hari pertama acara Drive-In Concert perdana di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak sedikit sektor jasa dan usaha yang akhirnya melakukan berbagai inovasi guna menyelamatkan perekonomian mereka.

Salah satunya adalah dibuatnya bioskop atau konser secara drive-in.

Bagi yang belum tahu, drive-in sendiri merupakan aktivitas menonton bioskop atau konser di dalam mobil yang terparkir di lahan yang luas. Di depannya terdapat layar raksasa yang memutarkan film atau mempertontonkan konser.

Fenomena tersebut saat ini memang telah digemari masyarakat terutama di daerah perkotaan. Kendati demikian, ada hal yang harus diperhatikan oleh pemilik mobil.

Baca juga: Ini Aturan Soal Masa Berlaku SIM Tak Lagi Berdasarkan Tanggal Lahir

Service Head Auto2000 Bekasi, Sapta Agung Nugraha, mengatakan, salah satu dampak yang perlu diwaspadai yang perlu diwaspadai untuk kendaraan yang berhenti lama dengan mesin yang terus menyala adanya potensi kebakaran.

Pengunjung menyaksikan Danamon New Live Experience, Drive-In Concert  di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Kahitna tampil dalam hari pertama acara Drive-In Concert perdana di Jakarta.KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan Danamon New Live Experience, Drive-In Concert di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Kahitna tampil dalam hari pertama acara Drive-In Concert perdana di Jakarta.

“Hal ini dikarenakan exhaust dan gas buang kendaraan dapat sangat panas. Di dalam exhaust terdapat catalytic converter yang bisa menjadi panas berlebih apabila dalam kondisi kendaraan diam,” ujar Sapta saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/8/2020)

Sapta melanjutkan, bagian yang panas tersebut dapat menyebabkan kebakaran apabila terdapat bahan yg mudah terbakar di dekatnya.

Baca juga: Banyak Kasus Pemotor Masuk Tol, Kemampuan Membaca Rambu Dipertanyakan

Dampak lain tentunya adalah pemborosan bahan bakar karena kendaraan berhenti tetapi mesin terus menyala tentunya bahan bakar akan tetap terpakai,” katanya.

Perlu diketahui juga, apabila kendaraan diparkir pada area dengan ventilasi buruk, gas buang dapat terkumpul dan masuk ke dalam kendaraan. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan bahaya kesehatan.

Jadi, Sapta menyarankan, apabila kendaraan berhenti dalam waktu yang lama, lebih baik mematikan mesin agar tidak terjadi hal seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.