Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Kasus Pemotor Masuk Tol, Kemampuan Membaca Rambu Dipertanyakan

Kompas.com - 31/08/2020, 12:02 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus pengendara sepeda motor masuk jalan tol sudah beberapa kali terulang. Paling terbaru kejadian tiga orang wanita dengan satu sepeda motor yang masuk jalan tol Jakarta-Cikampek.

Info dari Jasa Marga menyebutkan kejadian ini terjadi pada Minggu (30/8/2020). Diketahui bahwa pengendara sepeda motor berjalan santai di jalur cepat tol hingga kemudian terjatuh usai menyenggol sebuah Mitsubishi Pajero Sport saat berpindah ke jalur kiri.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati, mengatakan, pihaknya menyayangkan pengendara sepeda motor membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Viral Perempuan Naik Motor Bonceng Bertiga Masuk Tol dan Kecelakaan, Ini Kronologisnya

Berdasarkan kronologis dan keterangan pengendara motor, yang bersangkutan panik karena merasa dikejar mobil tidak dikenal. Satgas Kamtib Jalan Tol-Jakarta Cikampek turut mengejar dan mengamankan tiga orang tersebut.

“Jalan tol itu hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat. Akan berbahaya sekali jika motor masuk ke dalam jalan tol karena jalan tol didesain untuk kecepatan tinggi,” ujar Widiyatmoko, dalam keterangan tertulis (31/8/2020).

Menanggapi kejadian ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, rambu-rambu larangan bagi kendaraan dua untuk masuk tol sebetulnya sudah cukup jelas.

Baca juga: Mobil Terbang Berpenumpang Pertama di Jepang Sukses Diuji Coba

Namun dari sisi pengendara roda dua, harus lebih memperhatikan kesiapan dalam manajemen perjalanan hingga kemampuan dalam membaca rambu.

Seringnya pengendara sepeda motor yang masuk jalan tol telah menimbulkan pertanyaan, apakah mereka mampu memahami dan memaknai rambu-rambu lalu lintas di jalan?

“Banyak pengguna jalan raya, terutama pengendara roda dua tidak melakukan manajemen perjalanan secara benar. Sehingga mereka sering nyasar,” ucap Sony, kepada Kompas.com (31/8/2020).

“Dan kurangnya edukasi tentang keselamatan berkendara dengan benar, dalam hal ini uji SIM perlu diperketat. Utamanya masalah rambu-rambu, itu hal yang mendasar,” katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
#beritasampah, sony susmana, jualan berita dgn me man fa at kan kis ruh yg ada,me nge mis ru pi ah me dia dan men cari pang gung, as li ca ra sam pah ca ri du it #carasampahcariduit #cariduit #carimuka #caripanggung #jualanberita #piaraanwartawan #jualnama #jualmuka


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau