Ducati Masih Ragu Angkat Bagnaia buat Gantikan Dovizioso

Kompas.com - 30/08/2020, 14:22 WIB
Pebalap Pramac Ducati, Francesco Pecco Bagnaia bereaksi setelah sesi pemotretan awal musim MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Doha, pada 10 Maret 2019. AFP/KARIM JAAFARPebalap Pramac Ducati, Francesco Pecco Bagnaia bereaksi setelah sesi pemotretan awal musim MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Doha, pada 10 Maret 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Andrea Dovizioso berpisah dari Ducati Corse musim depan membawa pertanyaan siapa yang bakal mengisi tempatnya.

Rumors mengerucut pada tiga nama, yaitu Jorge Lorenzo, Johann Zarco dan Francesco Bagnaia. Rekan Jack Miller di Pramac Ducati yang tahun depan pindah ke tim pabrikan.

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, mengakui talenta Bagnaia. Di GP Jerez, pebalap Italia itu membuktikan bisa membuat motor Ducati yang terkenal sulit dijinakkan jadi nurut.

Baca juga: Pemerintah Tetap Dorong Pembangunan Industri Kendaraan Listrik

"Dia mengendarai Ducati mirip dengan Marc Marquez di Honda. Dia mengartikulasikan motornya dengan cukup efektif. Itu bagus karena cara mengemudi ini mengirim pesan ke pebalap Ducati lainnya," kata Ciabatti mengutip Speedweek.com, Minggu (30/8/2020).

Bos Ducati MotoGP, Paolo Ciabatti.MOTOGP.COM Bos Ducati MotoGP, Paolo Ciabatti.

"Dia melihat bahwa dengan gaya berkendara tertentu Anda bisa membuat motor berbelok, bahkan di rute yang bukan salah satu lereng terbaik untuk merek kami," kata Ciabatti.

Pecco datang ke Pramac Ducati dengan status Juara Dunia Moto2 pada 2018. Tahun pertamanya cukup baik untuk seorang rookie, tapi pada 2019 catatannya sedikit kendur. Dia sulit beradaptasi dengan Desmosedici GP19.

"Tak disangka Pecco mengalami masalah seperti itu tahun lalu. Tentu saja, dia tidak senang di musim 2019. Kami juga tidak puas, karena kami tahu bakatnya luar biasa. Tentu dia mengendarai motor 2019 dan dia selalu berjuang kecuali di Australia," katanya.

Baca juga: Sensasi Berkendara ala Mobil Listrik dengan Teknologi e-Power Milik Nissan

Pebalap Ducati Andrea Dovizioso merayakan kemenangan MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 16 Agustus 2020.AFP/JOE KLAMAR Pebalap Ducati Andrea Dovizioso merayakan kemenangan MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 16 Agustus 2020.

Ciabatti mengatakan paham dengan situasi tersebut sebab Ducati bukanlah motor yang mudah untuk pemula. Untuk seorang newbie, Yamaha dan Suzuki adalah motor terbaik. Bahkan Honda sebetulnya juga sulit untuk pemula.

"Tapi kami bertaruh pada Pecco dua tahun lalu. Kami tidak pernah benar-benar kehilangan optimisme. Itu sebabnya tahun ini kami memberinya mesin 2020, seperti Jack Miller," katanya.

"Butuh banyak usaha dari kami dan dari Pramac. Dia melakukannya dengan sangat baik di Jerez pada bulan Juli. Kami akan melihat apa yang bisa dia raih di balapan tersisa," kata Ciabatti.



Sumber Speedweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X