Pertamina Klaim Konsumsi BBM Naik 91 Persen, Seperti Sebelum Pandemi

Kompas.com - 21/08/2020, 07:22 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan dibukan beragam aktivitas di masa menuju tatanan baru, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III, mengklaim telah membukukan kenaikan konsumsi BBM sampai pertengahan Agustus 2020.

Berdasarkan realisasi, konsumsi BBM pada masa transisi new normal tahap II di wilayah MOR III yang meliputi, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat telah mencapai 91 persen dari konsumsi pada masa normal atau sebelum pandemi, yakni Januari-Februari 2020.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan menjelaskan, untuk wilayah MOR III, BBM jenis besin, seperti Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, hingga pertengahan Agustus 2020 rata-rata harian telah mencapai 23.808 Kilo Liter (Kl) per hari.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kaca Film Bisa Bikin Mobil Irit Bensin?

Kondisi tersebut mencerminkan konsumsi BBM masyarakat mulai mendekati kondisi normal, yakni sekitar 91 persen dari normalnya pada Januari hingga Februari yang biasa diangka 26.000 Kl per hari.

"Sedangkan konsumsi BBM jenis solar (Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex) telah mencapai 8.281 KL per hari, atau telah mencapai 85 persen dari konsumsi harian rata-rata pada kondisi normal periode Januari-Februari sekitar 9.811 Kl," ucap Eko dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2020).

Ilustrasi SPBU Pertamina. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi SPBU Pertamina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejak Pemerintah memberlakukan masa transisi tatanan baru tahap I pada Juni 2020, terutama untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, konsumsi BBM baik bensin maupun soal telah berangsur meningkat," kata dia.

Dari wilayah MOR III, konsumsi BBM yang sudah meningkat drastis adalah di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), yang rata-rata konsumsi hariannya terhadap BBM jenis bensin pada Agustus mencapai 109 persen dari konsumsi normal.

Eko mengatakan konsumsi normalnya diwilayah tersebut biasanya sekitar 1.700 KL, sementara pada Agustus sudah mencapai 1.900 KL. Sementara untuk BBM diesel, kenaikan konsumsi di Ciayumajakuning mencapai 93 persen dari konsumsi kondisi normal.

Pada wilayah Sukabumi dan Cianjur juga tinggi, kondisi ini tercermin dari konsumsi BBM jenis bensin yakni Premium dan Pertamax Series mencapai 1.200 KL atau sekitar 106 persen dari kondisi normal. Sedangkan diesel hampir mencapai 300 KL, atau 90 persn dari kondisi normal.

Baca juga: Amankah Mobil Minum Bensin Eceran?

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Sementara itu di wilayah Ibu Kota dan Bogor Depok, konsumsi BBM jenis bensin telah mencapai lebih dari 7.000 KL, atau sebesar 81 persen dari konsumsi normal. Untuk diesel dikisaran 79 pesren dari konsumsi sebelum Pandemi.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengajak masyarakat tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," ucap Eko.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.