Malas Mencuci Usai Kena Hujan, Ini Komponen Mobil yang Rawan Rusak

Kompas.com - 18/08/2020, 15:21 WIB
Cuci mobil bagian kolong dengan hidrolik Cuci mobil bagian kolong dengan hidrolik
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencuci mobil di musim hujan memang harus lebih sering dibandingkan sebelumnya. Kotoran yang menempel pada bagian mobil setelah digunakan menerjang hujan harus segera dibersihkan.

Hal ini karena jika kotoran sudah menempel dan mengering maka akan lebih sulit dibersihkan. Tidak hanya itu, ancaman kerusakan hingga munculnya jamur pun tidak bisa terhindarkan jika pemilik malas untuk mencucinya.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, saat mobil digunakan dalam kondisi hujan sebaiknya langsung dibilas atau dicuci.

Baca juga: Usai Kena Air Hujan Motor Wajib Dicuci, Ini Alasannya

Hal ini untuk mencegah kotoran yang menempel pada bagian mobil menjadi kering dan sulit dihilangkan.

“Kalau mobil tidak segera dibersihkan padahal baru saja digunakan saat hujan kotoran bisa saja masuk ke bagian clear coat. Apalagi jika mobil digunakan untuk menerjang genangan air laut atau rob,” ujar Didi kepada Kompas.com, Rabu (18/8/2020).

Ilustrasi kaca mobil kotorwww.angieslist.com Ilustrasi kaca mobil kotor

Jika mobil terkena air laut, Didi mengatakan, potensi kerusakan seperti terjadinya karat pada bagian mobil akan lebih besar.

Mengingat, kandungan garam pada air laut cukup tinggi. Sehingga, jika tidak segera dibilas bukan tidak mungkin bisa menyebabkan kerusakan seperti keropos pada bagian bodi.

“Bodi bisa keropos, selain itu air hujan juga bisa menyebabkan kaca berjamur kalau tidak segera dibersihkan,” katanya.

Baca juga: Catat, Ini Cara Mudah Merawat Mobil di Musim Hujan

Terpisah, Robby Kurnia, CEO Autoglaze Indonesia, mengatakan, air hujan yang tidak segera dibilas dan dibiarkan mengering bisa membuat timbulnya bercak seperti garam.

"Kalau jarang dibersihkan bisa timbul seperti itu. Jadi sebaiknya langsung dibilas atau dicuci biasa saja tanpa menggunakan sabun,” katanya.

Muncul sistem cuci mobil yang disebut cuci mobil tanpa sentuh alias touchless.KOMPAS.com/Gilang Muncul sistem cuci mobil yang disebut cuci mobil tanpa sentuh alias touchless.

Terpenting menurut Robby adalah proses mengeringkannya yakni dilap sampai benar-benar kering.

CEO Makko Group Christopher Sebastian juga mengatakan, bahwa air hujan mempunyai sifat yang kurang bersahabat untuk komponen kaca dan bodi mobil.

Baca juga: Peminat Mobil Bekas di Balai Lelang Meningkat, Imbas Ganjil Genap?

"Intinya jangan sampai (kotoran) mengering dan didiamkan dalam waktu berhari-hari. Kondisi seperti itu yang menjadikan kaca mobil cepat berjamur dan warna cat mobil menjadi kusam," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X