Kompas.com - 18/08/2020, 14:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm yang lembab akan menyebabkan jamur dan mengeluarkan bau tak sedap. Oleh sebab itu, sang pemilik harus lebih perhatian soal kondisi helmnya.

Priadanis Nugroho Putra, Manager RC Motogarage, penyedia kelengkapan berkendara, mengatakan, ada dua kebiasaan pemilik helm yang tanpa disadari menyebabkan helm bau apak.

“Yang sering menggunakan minyak rambut (pomade) sebelum berpergian. Kandungan minyak yang terdapat pada pomade bisa berdampak negatif terutama pada inner pad-nya,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Eleonora Ajisela Agrippina, lady biker yang siap taklukkan Borneo 10.000 km.Donny Apriliananda Eleonora Ajisela Agrippina, lady biker yang siap taklukkan Borneo 10.000 km.

Pomade yang lengket akan menempel di baian dalam helm dan membuat kotoran melekat. Jika terkena keringat dan tidak dibersihkan atau dikeringkan dengan baik akan menimbulkan bau tak sedap.

Lainnya ialah menggunakan helm saat rambut masih basah. Hal ini berlaku buat pria atau wanita. Biasanya terjadi jika terburu-buru atau tidak punya waktu banyak, sehingga memakai helm saat rambut belum benar-benar kering.

“Biasanya ketika berpergian, tidak sedikit dari mereka yang terburu-buru hingga tidak sempat mengeringkan rambutnya. Terutama wanita yang memiliki rambut panjang,” katanya.

Masih ada helm full face yang memiliki harga terjangkau di bawah Rp 500 ribu.KOMPAS.com/Gilang Masih ada helm full face yang memiliki harga terjangkau di bawah Rp 500 ribu.

Danis melanjutkan, menggunakan helm dalam kondisi rambut yang masih basah membuat bagian dalam helm lembab dan jadi tempat bakteri. Jika sudah seperti tak heran helm berbau apak.

Maka dari itu pemotor sebaiknya tidak menggunakan helm saat kondisi masih basah, dan hindari pemakaian minyak rambut sebelum berkendara.

“Pastikan juga ventilasi helm masih bekerja dengan baik, agar sirkulasi udara dalam helm bagus sehingga tidak mudah menimbulkan bau,” kata Danis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.