Industri Otomotif Indonesia Optimis Kembali Bergairah di Semester II

Kompas.com - 16/08/2020, 14:12 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperkirakan kinerja industri otomotif nasional mampu kembali bergairah di pada paruh kedua tahun ini.

Hal tersebut seiring dengan berangsur pulihnya aktivitas industri dan bisnis usai berhenti secara sementara sejak Maret lalu guna menekan penyebaran virus corona alias Covid-19.

"Sebagaimana kita ketahui industri otomotif menghadapi tekanan permintaan yang sangat besar, padahal industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting untuk perekonomian nasional," ujar Agus dalam konferensi virtual belum lama ini.

Baca juga: Grup Astra Tingkatkan Penjualan Mobil Lebih dari 100 Persen

Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.

"Di semester pertama 2020, kinerja industri otomotif melambat cukup dalam dibandingkan tahun lalu. Tentu ini dampak dari pandemi, namun saya melihat ada perkembangan positif pada paruh ke dua tahun ini," lanjutnya.

Capaian itu dapat dilihat pada penjualan sejak Juni 2020 yang mengalami peningkatan hingga 74 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara di Juli, angka penjualan mampu mencapai 25.284 unit, naik hampir dua kali lipat.

"Sementara kinerja ekspor tetap terjaga baik, sehingga saya optimis pemulihan ekonomi melalui sektor industri otomotif akan juga berkembang positif," lanjut dia.

Di samping itu, kata Agus lagi, rasio kepemilikan kendaraan warga Indonesia juga masih cukup rendah dibandingkan negara tetangga, membuat ceruk pasar kian lebar.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Defogger Tak Bisa Diperbaiki Jika Rusak?

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

"Walau rasio kepemilikan masih sangat rendah namun dalam konteks pasar otomotif Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN. Tahun 2019 lebih dari 1 juta dijual di dalam negeri dan 300 ribu diekspor ke seluruh dunia," kata Agus.

Keyakinan tersebut semakin bertambah seiring dengan pemanfaatan digital pada industri otomotif melalui perkembangan e-commerce. Nilai pasar daring ini kin tengah menyentuh 40 miliar dolar Ameriak Serikat pada tahun 2019.

"Dunia daring bukan dunia asing bagi masyarakat Indonesia. Selain itu potensi pasar sangat besar pasar daring Indonesia bernilai lebih dari 3 kali lipat daripada Malaysia. Tahun 2019 digital ekonomi Indonesia sudah mencapai 40 miliar dolar AS. 2025 diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS," ungkap Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X