Bolehkan Mencampur Aditif pada Pelumas Kendaraan?

Kompas.com - 14/08/2020, 10:53 WIB
Ilustrasi pelumas Ilustrasi pelumas

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit pengguna kendaraan, khususnya mobil mencampur suplemen pada pelumas. Biasanya yang dilakukan, yaitu menambah zat aditif, dengan tujuan untuk memaksimalkan performa dari oli tersebut.

Tetapi, benarkah zat aditif yang dicampur pada oli bisa meningkatkan performa pelumas? Menanggapi anggapan itu, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi menjelaskan, penambahan aditif pada oli tidak selalu memberikan efek yang bagus pada mesin.

Sebaliknya, jika penambahan tidak sesuai justru bisa menyebabkan kerusakan pada mesin lantaran pelumas bisa menggumpal.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Oli Sintesis Tak Cocok untuk Mobil Lawas?

“Penambahan aditif pada oli sangat berbahaya, jika tidak sesuai bukan tidak mungkin akan menyebabkan oli menggumpal dan tidak bisa melakukan pelumasan dengan sempurna,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Didi menambahkan, aditif pada oli memang bisa dikatakan seperti suplemen. Tetapi, ketentuan dalam pencampurannya juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Kalau dicampur (sendiri) bisa berbahaya. Hal ini karena aditif bisa menyebabkan kerak pada mesin, bahkan olinya bisa menggumpal,” katanya.

Seri Pelumas Baru

Pelumas Repsol Terbaruist Pelumas Repsol Terbaru

Repsol memperkenalkan formula pelumas XR-Technology yang inovatif. Inovasi terbaru ini dihadirkan untuk pasar Asia, dengan perhatian khusus pada pasar Indonesia.

Inovasi yang dilakukan, yakni menggunakan XR-Technology untuk meningkatkan formulasi pelumas, hingga melampaui kinerja pelumasan dalam hal perlindungan keausan, kebersihan mesin, dan durabilitas pelumas.

Tony Legi, CEO PT Pacific Lubritama Indonesia (PLI) menjelaskan, dengan hadirnya produk baru dan teknologi yang semakin maju, PLI berkomitmen untuk menghadirkan kinerja bisnis yang lebih baik.

Baca juga: Mobil Jarang Keluar, Cek Oli Harus Tetap Jalan

 

Pengembangan produk dilakukan untuk menunjang penjualan, dengan dibantu sistem distribusi dengan dukungan tenaga pemasaran bagi seluruh entitas dalam jaringan pemasaran dan konsumen.

"XR-Technology adalah teknologi terbaru yang dikembangkan Repsol dengan tujuan untuk mencapai kinerja melebihi ekspektasi manufaktur kendaraan di Asia Pasifik. Temperatur yang tinggi di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, membutuhkan perlindungan lebih bagi mesin kendaraan," kata Tony dalam siaran resmi, Jumat (14/8/2020).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X