Ada Lagi, Konsep Social Distancing Bus dengan Sekat oleh PO Raya

Kompas.com - 12/08/2020, 10:22 WIB
Armada Bus Raya. Dok. Andika M. Adiitama-Raya Fans Community Armada Bus Raya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Akhir-akhir terus bermunculan inovasi yang dibuat oleh karoseri yang dikenal dengan social distancing bus. Pada dasarnya, adalah praktik social distancing di dalam bus.

Salah satunya menggunakan konfigurasi kursi 1-1-1, sehingga jarak kursi antar penumpang satu baris, relatif cukup besar. Meskipun tidak sampai 1 meter, tapi dianggap cukup untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Namun, inovasi baru lain yang dilakukan oleh perusahaan otobus (PO) Raya, yaitu dengan memasang sekat di antara kursi penumpangnya. Sekat ini digunakan pada armada PO Raya kelas Super Top dengan konfigurasi kursi 2-1.

Sekat dipasang di tengah kursi bagian kanan yang dibuat untuk dua orang. Sekat yang digunakan terbuat dari mika bening yang dipasang pada rangka besi. Adanya sekat ini diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus di antara penumpang bus.

Baca juga: Rossi Sebut Sirkuit Portimao Portugal Seperti Roller Coaster

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#Repost @egisetyanugraha • • • • • • Social Distancing Ala Kasur Berjalan Eks Kursi Pesawat Garuda Indonesia Dalam Bus Raya. Banyak inovasi baru dalam dunia bus Indonesia pada masa pandemi saat ini. Sesuai anjuran pemerintah dengan menerapkan social distancing sesuai protokol kesehatan. Ada yang membuat konfigurasi seatnya menjadi 1-1-1, ada juga yang menggunakan sekat antar seat yang bersebelahan seperti PO. Raya ini. Seat yang digunakan yakni seat super empuk eks kursi pesawat Garuda Indonesia berjenis DC-10, jadi serasa kasur berjalan. Selimutnya pun juga sekali pakai yang dikemas dalam plastik lalu dicuci dan dikemas dalam plastik kembali. Sehingga aman dan menambah kenyamanan tidur di dalam bus. ? PO. Raya ? Mercedes-Benz OH 1626 NG ? All New Legacy SR2 HD Prime by Laksana ? Jakarta - Solo - Wonogiri PP ? Super Top Class ? Tarif: Rp.350.000 (Pandemi), Rp.280.000 (Normal) ? Tarif sudah termasuk fasilitas dan pelayanan yang diberikan antara lain: ?Seat jumbo super empuk eks pesawat Garuda Indonesia jenis DC-10, konfigurasi 2-1, ?Pembatas antar seat (social distancing) ?Headrest super empuk bisa untuk bantal ?Handrest ?Tempat sandaran kaki agar bisa selonjor ?Selimut ?Service makan prasmanan 1x + teh hangat ?Snack + air mineral ?Tissue basah ?USB charger ?Toilet Ayo naik bus! Aman, nyaman, dan gak perlu mahal. #ayonaikbus #raya #socialdistancing #socialdistancingbus #rayafanscommunity #jakarta #bekasi #solo #sukoharjo #wonogiri

A post shared by official_Po.Raya (@official_po.raya) on Aug 8, 2020 at 5:22am PDT

 

Konsep sekat pemisah dari bahan mika bening ini juga berawal dari karoseri bus asal Turki, Ilesbus. Konsep ini dipasang pada mikrobus yang setiap kursinya dipasangi sekat, baik yang ganda untuk dua orang, maupun yang single seat.

Namun ketika dibahas tentang kenyamanan dari adanya sekat di kursi penumpang ini, bisa jadi akan berkurang. Anggota dari Forum Bismania, Dimas Raditya mengatakan, adanya sekat pada kursi membuat penumpang harus beradaptasi, karena ruang geraknya jadi terbatas.

“Pasti penumpang belum terbiasa. Selain itu, kepala juga bisa terbentur dengan partisi jika sedang tidur lalu bus melakukan manuver,” kata Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Harga Motor Sport 250 cc Bekas, Kawasaki Ninja Cuma Rp 19 Jutaan

Selain itu dari bentuk sekatnya, agak menyulitkan untuk penumpang yang duduk dekat jendela. Ruang gerak juga semakin sempit dan sepertinya sandaran tangan agak kagok karena adanya sekat tersebut.

Namun kursi yang dipasang pada PO Raya Super Top ini juga spesial. PO Raya terkenal karena menggunakan kursi bekas pesawat yang lebar dan juga nyaman. Sehingga adanya sekat ini nampaknya tidak begitu mengganggu kenyamanan penumpang saat bepergian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X