Jangan Sembarangan Semprot Cairan Antiembun pada Kaca Helm

Kompas.com - 10/08/2020, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkendara menggunakan motor di musim hujan, visibilitas menjadi hal yang sangat krusial. Munculnya embun atau kabut pada kaca helm dapat menganggu pandangan dan tentunya mempengaruhi keselamatan berkendara.

Kondensasi atau pengembunan pada visor atau kaca helm, biasanya lebih banyak dialami para pengguna helm full face. Sebab, modelnya lebih tertutup.

Baca juga: Pilih Visor Helm Sesuai Kebutuhan, Pakai yang Bening atau Gelap?

Masalah ini sebenarnya sudah bisa ditanggulangi dengan fitur antikabut alias anti fog yang sekarang ini banyak ditemui pada helm modern.

Visor unik dengan warna kromeStanly/Otomania Visor unik dengan warna krome

“Saat hujan baiknya siapkan anti-fog, misal produk Pinlock. Tinggal diganti visornya dengan yang ada anti-fog. Pandangan jadi tidak terhalang embun,” ujae Salcomo Eato, pengurus komunitas Belajar Helm, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Eato menambahkan, pandangan yang tidak terhalang apapun dapat berpengaruh pada keselamatan pengendara di jalan raya. Sebab, jika kaca helm sudah berembun saat hujan, pengendara akan kesulitan untuk melihat kondisi sekitar.

Baca juga: Ingat Lagi untuk Tutup Kaca Helm Saat Riding

Selain lapisan anti fog, sekarang juga banyak cairan atau semprotan anti fog yang dijual di pasaran. Namun, Eato mengungkapkan, ada hal yang perlu diperhatikan.

“Kalau di visor yang clear atau bening tidak terlalu bermasalah. Kalau visor yang berwarna, gelap atau iridium baiknya tidak dikasih. Saya lebih memilih penggunaan visor dengan fitur anti-fog dengan Pinlock tadi,” kata Eato.

Pelapis kaca helm anti embun.Ghulam/Otomania Pelapis kaca helm anti embun.

Eato menjelaskan, cairan anti embun tersebut bisa mengenai lapisan yang terdapat pada visor-visor berwarna. Dikhawatirkan, kandungan dari cairan tersebut dapat membuat warna pada visor lama kelamaan memudar.

"Saat ini sudah banyak produk antiembun yang ditawarkan. Mulai produk lokal racikan sendiri seharga Rp 150.000 sampai produk impor berharga Rp 500.000-an," ujar Eato.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.