Mitos atau Fakta, Mobil Ganti Pelek Besar Bikin Boros BBM?

Kompas.com - 30/07/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi pelek mobil. KompasOtomotif-Donny AprilianandaIlustrasi pelek mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak jarang pemilik mobill memilih untuk menaikan dimensi pelek dengan tujuan agar tampilan kendaraan berubah.

Meski demikian, ada konsekueksi yang harus ditanggung oleh pemilk kendaraan. Selain mempengaruhi faktor kenyamanan, mengganti pelek mobil dengan ukuran yang lebih besar juga akan membuat konsumsi bahan bakan juga menjadi lebih boros.

Fakta tersebut dibenarkan oleh Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi. Ia menjelaskan bahwa, penggunaan pelek yang lebih besar bisa membuat mesin bekerja eksta dibandingkan pelek standar.

Baca juga: Ingin Beli Motor listrik, Perhatikan Charger Baterainya         

Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjirKompas.com/Dio Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjir

“Pabrikan itu menyeting penggunaan pelek standar dengan tenaga mesin. Mengganti pelek lebih besar bisa mempengaruhi kerja mesin, terutama saat angkatan awal (baru berjalan),” ujar Anjar kepada Kompas.com.

Baca juga: Fasilitas Dispenser Air di Bus, Hanya untuk Eksekutif dan Pariwisata                

Selain karena proses kerja mesin yang lebih saat akan berjalan, menurut Anjar, umumnya dimesin pelek yang besar memiliki bobot yang lebih berat dari standar.

Alhasil, putaran saat bergerak juga akan lebih lambat dibandingkan pelek standar pabrikan.

“Semakin besar pelek akan membuat kerja mesin semakin berat. Pelek besar juga memiliki bobot yang lebih berat, sedangkan di mobil itu ada empat pelek yang digunakan. Jadi, otomatis berat total akan bertambah,” kata Anjar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X