Sudah Banyak Respons, Kapan Maung Versi Sipil Diproduksi?

Kompas.com - 27/07/2020, 08:42 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain diproduksi untuk kebutuhan militer, kendaraan taktis (rantis) Maung garapan PT Pindad (Persero) rencananya juga akan dibuat versi sipilnya. Namun, untuk model umum ini nantinya akan memiliki varian berbeda dengan yang ada saat ini.

Windhu Paramarta, Vice President Inovasi PT Pindad, menjelaskan, untuk versi sipil memang sudah ada wacanannya. Tapi, produksi baru dilakukan setelah Pindad bisa memenuhi kebutuhan untuk militer lebih dulu.

"Sekarang ini kan masih prototipe yang sedang beralih ke industriaiisasinya, dan tahap ini pun masih kami kerjakan untuk pesanan militer dari Kementerian Pertahanan ( Kemhan). Rencana sipil sudah ada, tapi realisasi dan implementasinya akan kami kaji lagi nanti," ucap Windhu kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Rasanya Geber Rantis Maung Pindad

Dari jenisnya, Maung yang bakal diproduksi untuk sipil menurut Windhu sudah pasti memiliki spesifikasi yang berbeda untuk militer. Karena pada dasarnya, sudah pasti peruntukannya pun akan berbeda.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Windhu menjelaskan sebenarnya Maung didesain dengan konsep modular yang bisa multifungsi, meski secara konsep desainnya sama dengan yang militer.

Maung diklaim bisa diubah menjadi kendaraan ambulans, mengangkut orang, sampai logistik, begitu juga untuk mesin yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari konsumen.

Tak hanya itu, saat dipasarkan untuk sipil, menurut Windhu proses sertifikasi dan uji laiknya pun akan berbeda dengan versi militer. Hal ini lantaran sebagai sebuah mobil yang dipasarkan umum, maka akan mengikuti regulasi yang ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Mulai Produksi Maung, Pindad Gandeng UMKM

"Jadi memang berbeda, untuk yang sipil nanti itu sudah pasti kita ikuti Kemenhun dan prosesnya memang panjang. Artinya kita akan mulai dari nol lagi karena untuk menyesuaikan aturan yang sudah ada, bahkan ada proses homologasinya juga," ucap Windhu.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

"Karena melihat proses yang cukup panjang itu, makanya saat ini konsentrasi kami lebih ke pemesanan militer dulu, bila sudah bisa memenuhi bagi kami buka peluang untuk bisa digunakan secara komersial," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X