Mitos atau Fakta, BBM Oktan Tinggi Bisa Dongkrak Performa Kendaraan?

Kompas.com - 20/07/2020, 14:41 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin untuk kendaraan memang harus disesuaikan dengan spesifikasi mesinnya.

Biasanya, setiap pabrikan sudah memberikan rekomendasi bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai untuk kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil.

Akan tetapi, tidak sedikit pemilik kendaraan yang berinisiatif untuk mengganti jenis bensin dengan nilai oktan yang lebih tinggi.

Banyak yang percaya, dengan menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi maka pembakaran juga akan lebih bagus.

Baca juga: Jangan Gegabah, Oli Dicampur Pisang Bisa Bikin Mesin Jadi Rusak

Jika pembakaran lebih bagus maka performa mesin pun juga akan lebih meningkat dibandingkan menggunakan bensin yang biasanya.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, menggunakan bensin dengan oktan terlalu tinggi bisa berdampak buruk bagi mesin kendaraan.

Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) hari ini mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp 8.400 per liter.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) hari ini mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp 8.400 per liter.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan, penggunaan bensin dengan oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan akan menimbulkan efek pada mesin.

“Menggunakan bensin harus sesuai, jangan lebih rendah atau pun lebih tinggi karena akan ada efeknya untuk mesin,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Suparna menambahkan, menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi sama akan membuat pembakaran mesin menjadi tidak sempurna.

Baca juga: Alasan Kenapa Knalpot Mobil Keluar Air di Pagi Hari

“Kalau mesin dipaksa pakai oktan yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Harusnya BBM sudah terbakar maksimal 5 derajat setelah TMA tapi ini belum terbakar,” ucapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X