Air Buangan AC Bagus untuk Radiator, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 19/07/2020, 09:04 WIB
seorang teknisi spesialis radiator tengah melakukan perbaikan radiator salah satu pelanggannya. Ari Purnomoseorang teknisi spesialis radiator tengah melakukan perbaikan radiator salah satu pelanggannya.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Kinerja radiator pada mobil tidak terlepas dari kualitas cairan yang digunakannya. Biasanya, menggunakan coolant sesuai dengan rekomendasi peodusen mobil itu sendiri.

Tetapi, untuk kendaraan lawas yang usianya sudah lebih dari 10 tahun kadang sudah tidak lagi menggunakan cairan tersebut.

Sebagai gantinya, banyak pemilik mobil yang menggunakan air mineral, air matang dan juga air hasil buangan pendingin ruangan atau Air Conditioner ( AC).

Baca juga: Begini Cara Aman Menyalip Kendaraan di Jalan Raya

Banyak yang percaya bahwa air hasil dari proses kondensasi AC tersebut bagus untuk radiator. Hal ini karena air buangan AC tidak menyebabkan terjadinya kerak pada radiator sehingga tidak akan menyumbat salurannya.

Ilustrasi mengganti air radiatorSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti air radiator

Benarkah, air buangan AC di rumah bagus untuk radiator? Menanggapi hal tersebut, pemilik bengkel spesialis radiator “Pak Bambang” Solo, Jawa Tengah (Jateng) Prayoga Angga (30) mengatakan, kualitas air buangan AC memang lebih baik dibandingkan dengan cairan lainnya.

Termasuk air mineral atau pun air yang sudah dimatangkan. Yoga begitu ia akrab disapa menambahkan, selama ini sudah banyak pelanggannya yang sudah membuktikan hal itu.

“Banyak pelanggan yang sudah menggunakan air AC untuk radiator dan hasilnya juga bagus. Saya pun menyarankan itu bagi pemilik mobil yang tidak menggunakan coolant,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: IMI Akui Legalkan Status Motor Custom Tak Mudah

Yoga mengatakan, air hasil kondensasi ini tidak mengandung mineral. Oleh sebab itulah, saat air ini mendidih tidak akan menyebabkan munculnya kerak pada radiator.

“Air AC ini tidak seperti air mineral atau air rebusan, saat air mendidih tidak akan menimbulkan kerak yang bisa menyumbat saluran atau pipa kapiler,” ucapnya.

Ilustrasi memeriksa radiator mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi memeriksa radiator mobil

Selain itu, Yoga juga mengatakan, air AC juga lebih cepat dingin dibandingkan dengan air mineral atau pun rebusan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Saat Mobil Parkir Wajib Matikan AC dan Audio?

Yoga juga menyarankan pemilik mobil agar menghindari menggunakan air mineral untuk pasokan air radiator karena bisa menyebabkan timbulnya kerak.

“Jangan menggunakan air mineral, kalau terpaksa pakai air rebusan biarkan air itu dingin dengan sendirinya dulu jangan didinginkan dengan cara dimasukkan ke dalam lemari es,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X