Makna di Balik Nama Maung Pindad yang Pernah Dijajal Prabowo

Kompas.com - 18/07/2020, 13:02 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal rantis Maung buatan PT Pindad, Minggu (12/7/2020). Twitter @prabowoMenteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal rantis Maung buatan PT Pindad, Minggu (12/7/2020).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pindad (Persero) membeberkan arti nama Maung yang menjadi kendaraan taktis (rantis) terbarunya. Ternyata julukan Maung pada mobil berpenggerak roda 4x4 ini diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjelaskan, setelah selesai, prototipe dari rantis ringannya tersebut belum memiliki nama. Lalu, dia meminta Prabowo untuk memberikan sebutan atau nama pada kendaraan barunya tersebut.

"Ya awalnya saat jadi (prototipe) itu kami tak memikirkan nama, lalu setelah itu kami minta ke Menhan untuk memberikan namanya. Beliau mikir-mikir, akhirnya tercetus Maung," ucap Abraham saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Pilihan Mobil Sejuta Umat Harga Rp 200 Jutaan

Prabowo test drive Rantis Maung garapan PindadDok. Pindad Prabowo test drive Rantis Maung garapan Pindad

Salah satu alasan dinamakan Maung lantaran beberapa nama yang khas Indonesia memang sudah ada, seperti Komodo dan Harimau. Pertimbangan ini juga tak lepas mengingat bahwa proses peroduksinya dilakukan di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Abraham, nama Maung sendiri mewakili dari kemampuan yang dimiliki oleh rantis bersasis dan mesin Hilux tersebut.

Karakternya yang lincah untuk bermanuver dan ampuh di medan offroad membuat Maung dapat diandalkan untuk kendaraan tempur jarak dekat.

"Maung kan itu harimau, jadi ya sesuai dengan karakter kendaraan ini juga. Lagian Maung juga khas banget dengan Jawa Barat dan menggambarkan kemampuannya untuk penyerbuan jarak dekat," ucap Abraham.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mencoba secara langsung performa kendaraan taktis 4x4 terbaru PT Pindad (Persero) yang beliau namai "Maung" di Sentul, Bogor pada minggu, 12 Juli 2020. Menhan mengapresiasi performa Maung dan menilai bahwa Maung memiliki kemampuan yang baik untuk melewati berbagai medan sulit dan cocok untuk kendaraan angkut infantri dalam menjalankan tugasnya. Menhan juga memberikan masukan untuk peningkatan performa Rantis setelah meninjau dan menjajal Maung. Latar belakang Maung diawali sejak tahun 2018 oleh diskusi dan permintaan Danpussenif saat itu kepada Pindad dan tim Desain MSA untuk membuat kendaraan taktis ringan yang digunakan dalam perang jarak dekat di berbagai medan tempur yang sulit dilalui. Maung didesain memiliki kemampuan manuver yang gesit dan handal untuk mendukung mobilitas penggunanya di berbagai medan operasi. Pun dirancang untuk memiliki kemampuan modular untuk difungsikan menjadi berbagai varian operasi. Produksi Maung nantinya akan melibatkan ekosistem industri dalam negeri lainnya yang memiliki kompetensi untuk bekerjasama mengembangkan produk unggulan nasional. Merupakan visi misi perusahaan kedepan agar Indonesia bisa bersaing di pasar global sehingga Pindad bisa berdikari memiliki kemampuan memproduksi dari hulu ke hilir. Untuk itu Pindad tentu saja perlu didukung dan menjalin sinergi yang baik dengan berbagai mitra kerja maupun pengguna. Kementerian Pertahanan sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alutsista dalam negeri serta mendukung program penelitian dan pengembangan agar nantinya seluruh hasil produksi dapat mandiri secara utuh.

A post shared by Pindad (@pt_pindad) on Jul 15, 2020 at 7:13am PDT

Meski hadir sebagai kendaraan militer berpenggerak roda 4x4, rantis Maung dinilai potensial untuk dipasarkan secara komersial lantaran memiliki basis dari kendaraan niaga, yakni Toyota Hilux.

Baca juga: Pertamina Tes Jalan D-100 Gunakan Innova Diesel Tempuh 200 Km

Prabowo test drive Rantis Maung garapan PindadDok. Pindad Prabowo test drive Rantis Maung garapan Pindad

Dibekali dengan mesin turbo diesel 2.494 cc 2GD-FTV, Maung memiliki tenaga 149 tk dan torsi badak sebesar 400 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke penggerak empat roda melalui sistem transmisi enam percepatan manual.

Maung dirancang sebagai rantis ringan yang dilengkapi dengan dudukan penyangga untuk peralatan tempur, seperti kaliber 7,62 mm serta konsol senapan serbu 552-V4.

Tak hanya itu, pintu-pintu mobil tersebut pun bisa dilepas pasang dengan mudah untuk menyesuaikan kebutuhan.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Mengenal Kendaraan Taktis "Maung" Pindad

Proyek Maung mulai digarap sejak 2018 setelah Pindad melakukan diskusi dengan Danpussenif yang meminta sebuah kendaraan taktis ringan guna kebutuhan perang jarang dekat.

Proses produksinya diklaim akan melibatkan industri dalam negeri yang dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober mendatang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X