Kerap Disepelekan, Fungsi Penting Menutup Kaca Helm

Kompas.com - 01/07/2020, 12:42 WIB
Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengendarai motor tentunya wajib menggunakan helm untuk menjaga keselamatan. Model helm yang umum ditemukan di Indonesia yaitu full face dan open face, keduanya biasa disertai oleh kaca helm atau visor.

Beberapa orang yang berkendara kadang membuka visornya agar merasakan angin mengenai mukanya. Padahal visor sebenarnya memiliki fungsi penting dalam keselamatan berkendara.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, kaca helm memiliki peran yang sangat penting, walaupun kadang disepelekan oleh pengendara.

Baca juga: Harga Ninja 250, CBR 250, dan R25 Bekas, Mulai Rp 20 Jutaan

Manfaat pakai intercom helm untuk pemotorGridOto Manfaat pakai intercom helm untuk pemotor

Kaca helm dapat mencegah mata kita dari debu dan binatang-binatang kecil yang terbang di jalanan. Selain itu, pandangan menjadi lebih fokus karena mata tidak terkena angin,” kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Selain menghindari debu, visor dapat membantu melindungi mata dari benda-benda lain. Misalnya ketika berkendara, bisa saja ada batu yang terlempar dari ban belakang kendaraan di depan. Jika ada visor, batu tersebut tidak langsung mengenai mata pengendara.

Baca juga: Akrapovic Ungkap Tenaga Ninja 250 4-Silinder Saat Dyno Test

“Kemudian, kaca helm juga membantu saat hujan karena mencegah air masuk dan mengganggu pandangan. Jika air masuk, pengendara bisa kehilangan konsentrasi, dan itu bisa bahaya,” ucap Agus.

Agus mengatakan, visor boleh saja dibuka atau ditutup ketika motor sedang berhenti, tergantung kebiasaan dari pengendaranya. Namun, ketika kembali berjalan, sebaiknya visor ditutup agar aman tidak terganggu debu dari luar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X