Ganti Gir dan Rantai Bukan Hanya Berpatokan Usia Pakai

Kompas.com - 29/06/2020, 12:02 WIB
Rantai sepeda motor. ShutterstockRantai sepeda motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gir dan rantai masih digunakan oleh motor bebek dan sport sebagai bagian dari sistem penggerak, meskipun populasinya semakin kecil. Kedua komponen ini memiliki fungsi yang cukup vital. Maka dari itu harus dirawat dengan baik agar kondisinya tetap prima.

Gir dan rantai memiliki fungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda dan perfomanya akan menurun seiring berjalannya waktu.

Namun, sebelum kondisi tersebut semakin parah, setiap pemilik motor sebaiknya memahami kapan waktu yang tepat untuk mengganti kedua komponen ini.

Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere, Ribut Wahyudi, mengatakan, tidak ada patokan umur atau waktu yang pasti kapan harus melakukan penggatian pada gir dan rantai.

Baca juga: Inazuma, Scorpio, atau Tiger, Pilih Mana buat Bahan Modifikasi?

“Tidak ada patokan pasti, namun bisa dilihat dari fisik keausannya. Ketika dikendarai, motor juga akan terasa kurang nyaman,” ujar Ribut saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/6/2020).

Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).KompasOtomotif/Alsadad Rudi Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).

Selain itu, gejala gir dan rantai yang sudah harus diganti bisa ditandai dengan bunyi kasar saat berkendara.

“Suara ini muncul dari bagian rantai. Untuk menghilangkannya bisa dengan melumasinya kembali atau mengatur keregangannya lagi,” kata Ribut.

Baca juga: Masih Ingat Suzuki Inazuma? Ini Harga Sekennya

Jika masih bisa diatur keregangannya dan suara kasar hilang saat dilumasi, berarti rantai masih belum perlu untuk diganti. Namun, sudah menunjukkan tanda-tanda muncul keausan.

“Sementara untuk bagian gir, cukup diperhatikan bagian mata girnya. Kalau bagian ujung mata gir sudah meruncing, itu berarti gir sudah waktunya digantim” lanjut Ribut.

Penggantian gir dan rantai umumnya setiap 25.000 KM, tetapi tergantung juga dari cara berkendaranya. Ribut menyarankan, sebaiknya jangan menunda-nunda jika sudah waktunya mengganti gir dan rantai.

“Sebab, rantai yang sudah terlalu renggang bisa berisiko putus di jalan jika terus dipaksakan untuk berkendara,” ucapnya.

Ribut menyarankan, sebaiknya saat mengganti gir dan rantai dilakukan bersamaan. Jangan terpisah, agar perfoma sistem penggerak tetap optimal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X