Wacana Ganjil Genap, Rangsang Penjualan Motor Bekas saat Pandemi

Kompas.com - 26/06/2020, 08:22 WIB
Motor bekas yang dijajakan di Talenta Motor, di Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). KOMPAS.com/GilangMotor bekas yang dijajakan di Talenta Motor, di Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini sempat muncul rencana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menerapkan ganjil genap bagi sepeda motor. Artinya bukan cuma roda empat, tapi mobilitas kendaraan roda dua juga ikut dibatasi di Ibu Kota.

Meski baru sekadar rencana, masyarakat rupanya sudah ambil tindakan, salah satunya dengan mencari motor kedua dengan pelat nomor yang berbeda dari motor pertama.

Tak heran, penjualan motor bekas mengalami peningkatan yang signifikan. Apalagi selama pandemi Covid-19, penjualan sempat dibuat lesu.

Baca juga: Ganjil Genap Jakarta Tinggal Tunggu Tanggal Main

Beberapa tipe sepeda motor bekas masih bisa dijual dengan harga tinggi.KompasOtomotif-donny apriliananda Beberapa tipe sepeda motor bekas masih bisa dijual dengan harga tinggi.

Endang Samsudin, pemilik showroom Iwan Motor di Condet Jakarta Timur, mengatakan, wacana ganjil genap buat sepeda motor berdampak pada banyaknya orang yang mencari motor bekas murah.

“Sekarang jadi banyak yang nanya motor bekas murah, mungkin buat dipakai kerja kalau nanti ganjil genap motor jadi diberlakukan,” ucap Endang, kepada Kompas.com (25/6/2020).

Menurut Endang, motor bekas yang banyak dicari saat ini secara umum masih sama, yakni tipe skutik. Tapi motor bebek kisaran Rp 5 juta ke bawah juga mulai banyak yang menanyakan.

Baca juga: CFD Digeser ke 32 Titik, Kendaraan Bermotor Hindari Ruas Jalan Ini

Honda Astrea Grand Bulus Foto: Youtube Honda Astrea Grand Bulus

“Kemarin pas pandemi, satu hari belum tentu ada yang beli, malah banyakan yang jual. Sekarang lumayan lah, minimal bisa laku 2 motor sehari,” katanya.

Sementara itu Harry, pedagang motor bekas dari showroom Sukses Motor di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mengatakan, banyak juga konsumen yang cari motor bekas untuk berpindah transportasi dari kendaraan umum ke kendaraan pribadi.

“Semenjak pandemi itu kan kendaraan umum dibatasi, ojek online juga belum bisa beroperasi semua, jadi banyak yang cari buat dipakai harian,” ujar Harry.

Baca juga: Skutik Bekas di Bawah Rp 5 Jutaan, Mio 2010 Dibanderol Rp 2 Jutaan

Yamaha F1ZRAinto Harry Budiawan Yamaha F1ZR

Selain dipakai sehari-hari, tak jarang konsumen yang cari motor bekas untuk direstorasi. Khususnya untuk motor-motor bebek yang ikonik pada zamannya.

“Kalau bebek seperti Astrea Grand mahal sekarang harganya. Biasanya yang murah itu pajaknya mati, atau masih bahan istilahnya,” kata Harry.

“Motor-motor 2 tak itu juga banyak yang cari, tapi barangnya sekarang susah. Saya udah enggak pernah stok, paling yang masih banyak sekarang kayak Supra X, Karisma, Shogun 125, Vega dan sebagainya,” tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X