Bukan Cuma Sopir, Ban Truk atau Bus Juga Perlu Istirahat

Kompas.com - 24/06/2020, 16:15 WIB
Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIRatusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika sedang dalam perjalanan jauh, kadang kita melihat ada bus atau truk yang sedang berhenti di tepi jalan atau di dalam rest area. Kendaraan yang menepi ini umum dilakukan oleh kendaraan niaga.

Ketika kendaraan menepi, bukan hanya pengemudi yang beristirahat, melainkan ban yang digunakan juga demikian.

Mengistirahatkan ban berfungsi agar ban tetap bekerja dengan maksimal dan tidak mengalami kerusakan karena overheat.

Secara konstruksi, ban untuk kendaraan niaga memiliki dua jenis, bias dan radial. Ban bias memiliki konstruksi yang kokoh, tetapi lebih cepat panas dan butuh waktu istirahat yang lebih sering.

Baca juga: Bocoran Wujud Wuling Victory yang Jadi Rival Toyota Innova

Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

Sedangkan ban radial, memiliki sifat tidak cepat panas, tetapi tetap harus diistirahatkan. Hanya saja frekuensi istirahat ban radial bisa lebih sedikit dibanding bias.

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, perbedaan sifat cepat panas pada ban tersebut disebabkan oleh konstruksi dan lapisannya.

“Ban bias akan cepat panas karena lapisan ban yang banyak dan berat. Sedangkan ban radial, lapisan benangnya lebih sedikit dan bobotnya juga lebih ringan,” kata Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Begini Visual Toyota Corolla Cross, Calon Rival Honda HR-V

Zulpata menjelaskan, ketika diistirahatkan, ban radial lebih cepat dingin dibanding ban bias. Hal ini dikarenakan konstruksi ban radial yang lebih ramping dan ringan. Jadi waktu istirahat bisa lebih singkat dibanding kendaraan yang memakai ban bias.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan Independent Tyre Analyst, Bambang Widjanarko mentontohkan, memakai ban radial yang lebih dingin membuat frekuensi istirahat lebih sedikit daripada ban bias.

“Misal menggunakan ban bias pada perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, biasanya harus istirahat enam sampai tujuh kali. Sedangkan jika pakai ban radial, cukup tiga kali saja dengan muatan dan kondisi jalan yang sama,” kata Bambang kepada Kompas.com.

Ban truk buntingBambang Widjanarko Ban truk bunting

Perlu diperhatikan penyebab panas pada ban ada tiga, pertama yaitu akibat gesekan dengan permukaan jalan. Kedua, panas dari tromol rem yang menjalar melalui pelek ke ban. Ketiga, akibat defleksi ban karena beban muatan.

“Kalau bebannya lebih berat, lalu melewati jalan yang naik turun atau berkelok-kelok, ban pasti lebih panas, jadi butuh lebih banyak istirahat,” ujar Bambang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X