Teknik Jitu Mobil Melibas Medan Offroad

Kompas.com - 20/06/2020, 10:22 WIB
Peserta melibas lintasan off road bersama Jurnalis 4X4 di Depes Offroad Track, Desa Pelangi, Sentul, Bogor, 24-25 November 2018. Kegiatan ini merupakan peringatan satu dasawarsa berdirinya Komunitas Jurnalis 4X4. DOK. JURNALIS 4X4/JEFTAPeserta melibas lintasan off road bersama Jurnalis 4X4 di Depes Offroad Track, Desa Pelangi, Sentul, Bogor, 24-25 November 2018. Kegiatan ini merupakan peringatan satu dasawarsa berdirinya Komunitas Jurnalis 4X4.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hobi main lumpur dengan mobil atau offroad biasa dilakukan oleh pemilik kendaraan segala medan atau 4X4. Melakukan offroad biasanya melewati rintangan dengan kondisi jalan yang licin dan berlumpur.

Untuk memudahkan melewati rintangan tersebut, biasanya dilakukan dengan mengurangi tekanan udara pada keempat ban. Lalu apa fungsi dari mengurangi tekanan udara pada keempat ban.

Pebalap Offroad Nasional, Julian Johan atau biasa disapa Jeje mengatakan, mengurangi tekanan udara ban sangat disarankan ketika melakukan aktivitas offroad.

Baca juga: Honda Jazz untuk Indonesia Bakal Lebih Sporty dari China

jimny off roadKompas.com/Fathan Radityasani jimny off road

“Fungsi mengurangi tekanan udara pada ban agar tapak ban semakin banyak yang menempel ke permukaan tanah. Sehingga traksi bisa semakin baik,” kata Jeje ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Pengurangan tekanan ban juga tidak sembarangan, tergantung kondisi medan offroad yang akan dilewati. Jeje mengatakan, kalau trek kering tekanannya 25 psi sedangkan kalau basah, lebih rendah lagi yaitu 20 psi.

“Mengukurnya bisa dengan pressure gauge, kalau darurat, bisa dengan perasaan, dikurangi pakai hitungan detik. Kemudian jika sudah selesai offroad, harus dikembalikan lagi tekanan udaranya untuk penggunaan harian, biasanya sekitar 30 psi,” ucap Jeje.

Baca juga: Penting, Ini Alasan Mengapa Parkir Mobil Harus Mundur

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, ada kerugian dari mengurangi tekanan udara ban, seperti stabilitas, daya pengereman, dan handling yang turun performanya bahkan sampai kerusakan ban.

“Meski dalam kecepatan yang rendah, kemungkinan defleksi pada dinding samping tetap ada. Salah satu musuh terbesar ban yaitu defleksi yang berlebihan pada dinding samping ban,” kata Zulpata kepada Kompas.com.

Zulpata juga menambahkan, ketika tekanan udara terlalu rendah, bisa menyebabkan pinch cut. Pinch cut yaitu dinding samping tergencet antara pelek dan permukaan jalan. Kondisi parahnya, benang samping ban bisa putus dan akibatnya ban jadi benjol.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X