Jadi Boncenger Motor Juga Perlu Sikap, Jangan Asal

Kompas.com - 17/06/2020, 12:22 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020). Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika naik motor berboncengan, penumpang di belakang atau boncenger juga harus memiliki sikap yang baik. Sikap ini dilakukan agar pengendara yang ditumpangi tidak merasa terganggu dan tetap konsentrasi.

Jika pengendara kehilangan konsentrasinya, bisa-bisa hilang keseimbangan dan terjatuh. Oleh karena itu, orang yang dibonceng juga harus memerhatikan beberapa hal agar tetap selamat dalam perjalanan.

Trainer Yamaha Riding Academy On Road dan Off Road, Setyo Suyarko mengatakan, ada beberapa sikap yang disarankan untuk dilakukan oleh penumpang motor, pertama yaitu posisi duduk.

Baca juga: Punya Uang Rp 70 Jutaan, Ini Pilihan Mobil Bekas di Masa Pandemi

BJ Habibie Bonceng Soeharto di Istana Negaraistimewa BJ Habibie Bonceng Soeharto di Istana Negara

“Usahakan penumpang menghadap ke depan sama dengan pengendara. Tidak disarankan duduk miring karena membuat pengendara jadi kurang stabil,” kata Setyo kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Kalau terpaksa duduk miring, pengendara harus ada usaha lebih dalam mengendalikan motor. Sebaiknya jika terpaksa membawa penumpang yang duduk miring, sebaiknya gunakan kecepatan rendah dan cari jalur yang tidak terlalu ramai agar lebih aman.

“Kedua, berpegangan ke pengendara, atau bisa juga ke handle seat. Kemudian lutut penumpang mengapit pinggang pengendara supaya ketika mengerem tidak merosot ke depan,” ucap Setyo.

Baca juga: Menu Mobil Bekas Rp 100 Jutaan, Bisa Dapat Toyota Camry

Selanjutnya yaitu dengan mengikuti gerak pengendara saat motor berbelok agar lebih stabil. Walaupun penumpang memegang handle seat, sebaiknya tetap ikuti gerak pengendara saat bermanuver agar tidak mengganggu keseimbangan.

“Terakhir, tidak disarankan penumpang melakukan aktivitas seperti membuka tas, menelpon, dan lain lain yang sekiranya dapat mengganggu pengendara,” kata dia.

Setyo mengingatkan, ketika membonceng penumpang, pengendara disarankan agar lebih halus dalam menarik gas dan rem. Hal ini dilakukan agar penumpang nyaman dan lebih mudah mengikuti manuver pengendara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X