Hilangkan Kebiasaan Jari Kiri Nyangkut di Tuas Kopling

Kompas.com - 01/06/2020, 19:21 WIB
Tuas di bawah pedal kopling itu merupakan rem jempol yang membuat pebalap bisa mengatur rem belakang tanpa menggunakan kaki kanan. Brembo.comTuas di bawah pedal kopling itu merupakan rem jempol yang membuat pebalap bisa mengatur rem belakang tanpa menggunakan kaki kanan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Membawa motor sport biasanya memiliki tuas kopling yang ada pada bagian kiri setang. Namun bagi pengendara motor kopling manual, ada saja kebiasaan jari tangan kiri yang stand by pada tuasnya.

Kebiasaan ini biasa dilakukan karena pengendara takut mesinnya mati ketika berkendara.

Padahal ketika berkendara, kopling hanya digunakan ketika melakukan perpindahan gigi transmisi atau posisi berhenti namun tidak dalam gigi netral. Selain pada kondisi tadi, jari tangan tidak stand by pada tuas kopling.

Baca juga: Kenapa Dilarang Pakai Baju Warna Biru Saat Foto untuk SIM?

Ekspedisi Nusantara 2014 menggunakan Honda Verza, New  MegaPro FI dan CB150R StreetFire.AHM Ekspedisi Nusantara 2014 menggunakan Honda Verza, New MegaPro FI dan CB150R StreetFire.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer motor Honda wilayah Jakarta - Tangerang, mengatakan, dalam keselamatan berkendara, jari tangan tidak stand by pada tuas kopling ketika berkendara.

“Ketika berkendara di tikungan kebiasaan tarik koling akan membuat motor menjadi netral, tidak ada engine brake sehingga keseimbangan akan lebih sulit dikendalikan,” kata Agus kepada Kompas.com, Senin (1/6/2020).

Kalau sudah menjadi kebiasaan, akan sulit menghilangkannya. Butuh latihan dengan teori yang benar sampai menjadi kebiasaan baru. Pengendara juga harus mengerti apa fungsi dari kopling tersebut.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Jalan Tol Cikampek Akan Diberlakukan Buka-Tutup

“Ketika mau rem mendadak juga kopling adalah hal terakhir yang ditarik, agar mesin membantu pengereman,” ucap Agus.

Kebiasaan yang harus dilakukan terkait tuas kopling seperti membiasakan diri tidak memegang tuas kopling ketika berkendara, kecuali dalam keadaan macet dan di bawah kecepatan 10 kpj, untuk mencegah mesin mati jika tiba-tiba melakukan rem mendadak.

“Ingat selalu kopling hanya ditarik saat ingin ganti gigi, motor berhenti dalam kondisi masuk gigi dan ketika stelah melakukan pengereman,” kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X